in Tehnikal by yeremia
Dolar Australia melompat mengungguli Dolar AS di hari Senin (22/02) sore ini karena terdorong oleh naiknya harga minyak dan perhatian para investor yang kembali menuju aset-aset berisiko. AUD/USD tercatat naik 0.38 persen untuk diperdagangkan di harga 0.7172, setelah mata uang Australia mencetak performa yang volatil pekan lalu.

Dua harga minyak acuan pada hari ini diperdagangkan di teritorial positif sehingga membuat Dolar Australia menguat terhadap Greenback. Harga minyak mentah berjangka WTI untuk pengiriman April saat ini diperdagangkan pada kisaran $32.10 setelah sempat terperosok di akhir pekan. Sementara minyak mentah Brent untuk periode pengiriman yang sama diperdagangkan di sekitar $33.25. Selain itu, suasana hati para trader saham di pasar sedang ceria bersama dengan hijaunya saham-saham Asia.

Mata uang Australia mengakhiri akhir pekan lalu dengan perolehan yang terbatas terhadap Dolar AS serta melewatkan kesempatan untuk lebih menguat lagi karena pernyataan dari salah seorang pejabat RBA, John Edwards.

Akhir pekan lalu, Edwards mengatakan bahwa bank sentral tersebut akan merasa lebih nyaman jika AUD/USD berada di angka 0.6500 saja. Komentar tersebut mengingatkan pasar pada wawancara dengan Gubernur RBA, Glenn Stevens, pada bulan Desember 2014, dimana kala itu, Stevens mengatakan pada para wartawan bahwa angka 0.75 akan menjadi level yang diinginkan oleh bank sentral.

Di samping itu, Edwards juga mengatakan bahwa apabila level Dolar Australia memang benar-benar dikendalikan oleh harga komoditas, maka mata uang tersebut seharusnya ikut melemah. AUD/USD pun merespon kabar tersebut dengan penurunan hingga hampir satu persen. (Baca juga: Peluang Trading Forex Bersiap Open Sell AUD/USD)

z?s=AUDUSD=X&t=7d AUD/USD Tergenjot Harga Minyak Hari Ini