in Berita Pasar by yeremia
Tingkat pengangguran Australia secara mengejutkan naik di bulan Januari lalu karena menyusutnya pekerjaan purna waktu ke level yang terendah sejak tahun 2013. Kondisi ini merefleksikan memudarnya stimulus dari tingkat suku bunga rendah dan melemahnya mata uang. Dolar Australia menyambut laporan ini dengan menurun sekitar seperti sen Dolar AS di Kamis (18/02).

Berikut ini rangkuman rilis data ketenagakerjaan Australia hari ini:
Tingkat pengangguran naik ke 6 persen dari 5.8 persen; para ekonom memprediksi tingkat pengangguran Australia akan tetap di kevel 5.8 persen
Jumlah pekerja menurun 7,900 dari bulan Desember; dan para ekonom memperkirakan perolehan sebanyak 13,000
Lapangan kerja purna waktu (full-time) turun 40,600, sedangkan lapangan kerja paruh waktu (part-time) naik 32,700
Tingkat partisipasi, yang mengukur proporsi populais tenaga kerja, tidak berubah di angka 65.2 persen sesuai dengan perkiraan para ekonom.

Akurasi Data Tenaga Kerja Australia Dipertanyakan
Tenaga kerja Australia mengalami penurunan setelah membukukan perolehan kuartalan yang terbesar di akhir tahun 2015. Kenaikan tersebut menggambarkan adanya skeptisme baru tentang akurasi data ketenagakerjaan Australia, yang memang sempat beberapa kali dialami oleh Biro Statistik Australia.

“Angka-angka dalam data tersebut kemungkinan hanyalah kelanjutan dari perpindahan data yang kembali ke realita setelah penguatan yang tak masuk akal tahun lalu daripada dianggap sebagai sebuah sinyal yang merespon perekonomian global mengingat data ketenagakerjaan Australia memang sering naik turun secara fantasti,” tutur Paul Dales, Kepala Ekonom Capital Economics di Australia dan New Zealand. “Keterpurukan yang baru dan berkelanjutan dalam pasar tenaga kerja berpotensi menaikkan kembali kemungkinan pemotongan suku bunga RBA.”

sf_113151_TM1455769902_jobless AUD/USD Tergelincir Pertambahan Pengangguran Di Australia