AUD/USD sempat tergelincir ke level rendah dua bulan di 0.7300 di awal pembukaan sesi perdagangan Asia Selasa (10/05) siang ini. Pair tersebut kemudian sedikit terjungkit ke angka 0.7330 setelah CPI China dilaporkan mempertahankan levelnya dalam tiga bulan berturut-turut.

Aussie jeblok untuk hari ketiga menyusul harga komoditas yang terjerembap kemarin serta laporan yang menunjukkan adanya penurunan impor untuk 18 bulan terakhir di China. Mata uang Australia sudah meluncur turun lebih dari 3 persen pekan lalu, dan menjadi penurunan tercuramnya dalam empat bulan setelah kebijakan pemotongan suku bunga RBA.

Mengomentari hal ini, Ahli Strategi mata uang, Elias Haddad, yang diwawancarai oleh Bloomberg menyebutkan Dolar Australia rentan untuk kembali mencetak penurunan menuju moving-average 200 day-nya di posisi 0.7261 apabila CPI China terbukti lebih rendah daripada ekspketasi. Namun, prediksi tersebut tak terjadi lantaran CPI China dilaporkan masih stabil.

Indeks CPI China dilaporkan meningkat 2.3 persen dalam basis tahunan pada bulan April dan menjadi peningkatan yang ketiga bulan berturut-turut sesuai dengan estimasi para ekonom Bloomberg. Indeks harga produsen jeblok 3.4 persen, lebih kecil dibandingkan perkiraan penurunan 3.7 persen dan penurunan 4.9 persen pada bulan Maret. Inflasi yang lebih kuat, yang terdukung oleh harga makanan, bisa memberikan alasan bagi PBoC untuk kembali mereduksi suku bunga acuan Tiongkok, yang sebetulnya sudah berada dalam level rendah. Sementara deflasi pabrik dalam empat tahun terakhir telah melonggar seiring dengan pemulihan pasar properti yang membantu permintaan.

z?s=AUDUSD=X&t=7d AUD/USD Naik Sedikit