Dolar Australia tampak tak begitu terusik terhadap Dolar AS di awal pekan ini meski serangkaian data telah dirilis. China, pada hari Minggu kemarin, merilis data perdagangan yang hasilnya mengecewakan. Negara yang menjadi partner perdagangan nomor satu bagi Australia itu melaporkan penurunan sebanyak 1.8 persen dalam sektor ekspor ke angka 172.7 miliar untuk bulan April, setelah peningkatan 11.5 persen di bulan Maret. Sedangkan impor mengalami penurunan 10.9 persen ke angka 127.2 miliar per tahun, setelah jatuh 13.8 persen pada bulan Maret.

Iklan LoKer Australia Menyusut
Sedangkan dari Australia sendiri, pagi tadi telah dirilis data iklan lowongan kerja. Hasilnya, ada penurunan yang signifikan dalam sektor permintaan tenaga kerja di negara tersebut, yakni 0.8 persen bulan-ke-bulan pada April lalu, menyusul revisi kenaikan 0.1 persen pada bulan Maret dan 1.2 persen penurunan pada bulan Februari.

Survei yang dilakukan oleh ANZ tersebut merinci, iklan lowongan kerja melalui internet menurun 0.7 persen pada bulan April, sementara iklan lowongan kerja di surat kabar – yang memang sudah merosot dalam beberapa tahun terakhir – susut lagi sebanyak 6.2 persen pada April lalu.

Kemerosotan itu dianggap sebagai isyarat akan adanya kenaikan tingkat pengangguran di Australia bulan depan. Pada Maret lalu, tingkat pengangguran Australia menyusut hingga 5.7 persen dan menjadi tingkat pengangguran yang terendah dalam dua setengah tahun terakhir, setelah bertambahnya lapangan kerja sebanyak 26,100. Kenaikan tajam yang terjadi saat itu menyusul lemahnya pertumbuhan ketenagakerjaan Australia tiga bulan sebelumnya.

“Perekrutan tenaga kerja tampaknya akan mengambil jeda dalam beberapa waktu, dan akan sulit untuk kembali melihat penurunan yang signifikan dalam tingkat pengangguran (Australia) dalam jangka pendek,” Felicity Emmett, Kepala Ekonomi Australia untuk Bank ANZ.

sf_143827_TM1462779498_australia_ENTER AUD/USD Betah Di Level Rendah, Abaikan Data Perdagangan China