in Fundamental by yeremia
Kinerja IHSG memasuki periode bulan Maret-16 berjalan bullish (positif), dengan sempat menyentuh level 4,900 kembali, dimana level tersebut terakhir dicapai pada bulan Juli tahun lalu. Ada beberapa faktor baik di dalam dan luar yang membuat IHSG terus menguat, pertama faktor suku bunga negatif di beberapa negara kawasan regional dan global yang membuat imbal hasil kurang menarik di sana dan kemudian terjadi capital inflow ke dalam negri, sedangkan yang kedua, penurunan suku bunga dan proyek infrastruktur berjalan mulus. Bank Indonesia (BI) dalam 2(dua) bulan terakhir menurunkan BI rate 2x-25bps dan membuat suku bunga berada di level 6.75% saat ini dari sebelumnya 7% bulan lalu.

Spot-spot support IHSG secara teknikal ada di level 4,178, 4,410, 4,414, 4,657, sedangkan di bulan maret IHSG cukup kuat di atas level 4,800. Dengan akumulasi Net Buy sebesar Rp 4.9 triliun, dimana secara umum dana asing cukup banyak masuk ke pasar modal Indonesia selama bulan maret tahun ini, dengan sejauh ini kinerja IHSG telah mencatatkan return sebesar 5.1%, tertinggi ketiga setelah bursa saham Thailand dan Filipina.

Menunggu Komentar Janet Yellen

Tidak ada yang lebih penting dari ucapan seorang gubernur The Fed Janet Yellen (29/03), spekulasi kenaikan suku bunga The Fed dijadikan sentimen spekulasi dalam investasi portfolio global, baik valas dan saham. Jika saat ini rupiah terlihat tertekan itu dikarenakan permintaan USD yang meningkat seiring isu kenaikan fed fund rate (ffr) di bulan April nanti, Arah pasar dalam sepekan ini sangat ditentukan setelah tanggal (29/03). Di bursa saham domestik, kami melihat sentimen positif akan minim dan cenderung sideways (flat) selama sepekan ini, menunggu awal bulan untuk bisa melihat hasil tingkat inflasi dan neraca perdagangan dalam menganalisis fundamental ekonomi domestik kedepannya.

Sementara, sektor-sektor industri selama sepekan lalu mengalami penurunan, sektor barang konsumsi -2.06%, pertambangan -1.65% dan aneka industri 1.10%. Untuk sepekan kedepan arah pasar dari masing-masing sektor industri masih akan mengalami tekanan dan cenderung flat, aksi jual menjelang komen ketua The Fed akan membuat pasar saham terdiskon. Kami sarankan untuk menunda masuk ke pasar saham setidaknya setelah tanggal (29/03), guna mengetahui arah pasar selanjutnya.

Saat ini bursa saham Indonesia mengalami perubahan penempatan dana, untuk sektor dengan saham-saham yang memiliki nilai kapitalisasi pasar yang rendah dijadikan sarana ‘goreng-mengorang’ dalam jangka pendek oleh para Bandar, hal ini terlihat dari saham-saham yang memiliki kinerja fundamental kurang baik seperti, IATA, DOID, WINS, TAXI, BWPT, dan SMMT. Sebaiknya anda yang berminat untuk berinvestasi di pasar saham, untuk menunggu koreksi indeks hingga berada antara level 4,750-4,700 untuk kemudian masuk pada saham-saham blue chips seperti TLKM, BBTN, WSKT, PTPP, dan UNVR.

Dibawah ini adalah panduan prediksi data makro ekonomi Indonesia selama akhir bulan dan awal bulan

sf_154559_262185_SF2 Arah Pasar Sepekan Menunggu Komen Ketua The Fed