in Berita Pasar by heri
Oil-Rusia2 Arab Saudi – Rusia Bersepakat, Harga Minyak Meroket
Kesepakatan yang terjadi antara Arab Saudi dan Rusia untuk menahan produksi minyak mentah telah mendorong kenaikan harga minyak hingga diatas $42 per barel dalam perdagangan hari Selasa (12/04/2016).

Kenaikan harga minyak mentah ini juga terjadi ditengah optimisme pasar akan kondisi ekonomi global yang membaik. Akibatnya aksi beli kembali marak terjadi di pasar saham dan juga komoditi diseluruh dunia. Harga komoditi logam mengalami kenaikan sehingga mengangkat indek harga komoditi Bloomberg. Disaat yang sama, Yen tertahan penguatannya setelah obligasi negeri tirai bambu ini mengalami penurunan. Jatuhnya nilai obligasi Jerman juga memperkuat sikap investor untuk melakukan langkah yang lebih berani, risk appetite.

Respon cepat dan positif langsung terasa disektor energi indek saham Standard & Poor’s 500 . Harga saham mereka mengalami kenaikan pada posisi tertinggi sejak Februari silam. Indek S&P 500 melonjak 1% ke 2,061.72, sementara indek Dow Jones naik 0,9 persen atau 165 poin. Kesepakatan antara Arab Saudi dan Rusia yang sebelumnya sempat diragukan akan terjadi mendorong sentimen positif bagi pasar. Nilai produksi Shale Oil AS yang diperkirakan akan menurun juga menjadi sentimen tambahan bagi kenaikan harga minyak mentah saat ini. Harga minyak mentah ditahun ini telah mengalami kenaikan sebesar 14%.

Para investor menaruh perhatian mereka lebih tinggi pada pertemuan para produsen minyak global di Doha pada 17 April nanti. Arab Saudi dan Rusia merupakan dua peserta yang paling ditunggu guna membahas lebih lanjut mengenai kesepakatan produksi mereka. Spekulasi yang membanjiri pasar minyak mentah saat ini diperkirakan akan terjadi lebih panjang dan stabil.

Tentu saja ini akan menjadi berkah tersendiri bagi kenaikan harga saham, meski sebagian investor masih was-was menjelang musim laporan keuangan emiten AS. Diperkirakan pada musim laporan nanti, hasilnya akan lebih buruk bahkan terburuk sejak krisis keuangan melanda negeri Paman Sam tersebut. Indikasi penundaan suku bunga yang akan dilakukan oleh The Federal Reserve semakin memperkuat dugaan pasar bahwa perekonomian AS belum cukup kuat saat ini. Pihak Alcoa Inc. mengawali musim laporan emiten AS, dengan menyatakan bahwa penjualan mereka dikwartal pertama tahun ini mengalami penurunan lebih tajam dari perkiraan. Akibatnya saham mereka mengalami penurunan 2,7%.