Output pabrikan Jepang dilaporkan berekspansi untuk pertama kalinya sejak tiga bulan terakhir, sehingga menjadi salah satu dari jarangnya kabar baik yang terdengar dari perekonomian negara matahari terbit tersebut. Harapan terhadap pemulihan ekonomi Jepang pun terbit kembali

Output pabrikan Jepang naik 3.7 persen bulan ke bulan di Januari. Para investor pun mencari pertunjuk tentang bagaimana selanjutnya pemulihan perekonomian nomor tiga dunia ini berlanjut setelah rendahnya tingkat inflasi pekan lalu yang kembali mendorong spekulasi bahwa BoJ akan meluncurkan stimulus moneter lagi untuk memompa pertumbuhan.

Tak Akan Berlangsung Lama
Perusahaan-perusahaan di Jepang masih waspada akan kegiatan investasi yang dilakukan oleh pihaknya dan dalam menawarkan kenaikan upah yang signifikan di tengah ketidakpastian outlook. Begitu ekonomi Jepang terkontraksi di kuartal akhir 2015, data-data yang buruk berlanjut hingga bulan Januari, tepatnya saat Jepang menderita defisit akibat jebloknya ekspor terseret oleh keadaan ekonomi China.

Meski demikian, para analis mengatakan bahwa positifnya data industri ini tidak akan berlangsung lama. Marcel Thielian dari Capital Economics mengatakan, rebound-nya data produksi industri pada bulan Januari ini sepertinya belum meredakan keprihatinan terhadap kesehatan ekonomi Jepang karena perusahaan-perusahaan masih memperkirakan adanya penurunan di bulan Februari. Jadi, lompatan ini bisa saja segera berbalik arah.

sf_115049_TM1456721423_yen_www Apiknya Output Industri Jepang, Yen Benamkan Dolar