in Berita Pasar by yeremia
Saat ini ekonomi global yang lambat dan bergejolak membuat harga komoditas tidak stabil. Oleh karena itu, demi bisa meningkatkan pendapatan ditengah-tengah harga komoditas yang tidak stabil tersebut, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk akan menjalankan eksplorasi Emas di Myanmar dan Nikel di Filipina.

Tedy Badrujaman, selaku Direktur Utama ANTM menuturkan, strategi tercepat dan yang memungkinkan untuk bisa mendapatkan hasil pendapatan maksimal adalah dengan mengekspor bahan tambang mentah (raw material) ke Tiongkok dengan melakukan eksplorasi di negara Myanmar dan Filipina tersebut.

Langkah tersebut dinilai Tedy bukan untuk menghindari peraturan pemerintah Indonesia yaitu Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara dan yang diimplementasikan pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2014 tentang larangan untuk ekspor bahan mentah.

Tedy menjelaskan bahwa Antam sendiri juga sudah mempunyai usaha untuk pengolahan dan pemurnian hasil tambang atau yang disebut smelter, karena itu eksplorasi di Myanmar dan Filipina dilakukan bukan karena ingin menghindari PP tersebut.

Alasan mengapa dipilihnya negara Myanmar dan Filipina untuk eksplorasi adalah karena kedua negara tersebut adalah negara yang strategis dan bisa dijadikan basis kegiatan ekspor raw material ke Tiongkok.