in Berita Pasar by heri
0 Analisa komprehensif komoditas, 4 April 2016
Emas Dibayangi Atmosfir Jual

Pergerakan Emas pada sepanjang sesi transaksi pekan kemarin berakhir dengan jejak candle weekly berpola inverted hammer yang mengindikasikan bahwa dominasi buyer diambil alih oleh seller, sebagaimana termonitor pada Millenimu MT4 dengan catatan pencapaian level high Emas adalah 1243.90 dan tertekan pada leve low 1208.15, lantas dipungkas pada level 1223.30

Sejatinya Emas sempat diselimut berkah terselubung oleh keraguan pasar atas pernyataan Yellen bahwa pihaknya akan mengambil langkah hati-hati terkait kebijakan kenaikan suku bunga AS, lantaran kondisi ekonomi global yang belum stabil, terutama limbungnya ekonomi Tiongkok, sehingga membuka ruang gerak Emas untuk melejit.

Tetapi solidnya data ekonomi Amerika Serikat yang berkualifikasi sangat signifikan, yaitu untuk item tenaga kerja dan manufakturing, kembali mencuatkan harapan baru bahwa pihak Fed kemungkinan akan segera mendongkrak suku bunga AS, sehingga kedua data tersebut cukup efektif menggerogoti value emas hingga 1% pada satu hari transaksi Jumat (1/04.2016) kemarin.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa data payroll bertambah 215.000 pada bulan Maret, melampui ekspektasi yang hanya mematok penambahan sebesar 205.000. Sementara rerata pendapatan per jam, naik 0.3%. Kedua data tersebut sekaligus menafikan kenaikan data laju tuna karya 5.0% dari 4.9%.Di sisi lain, data ISM manufacturing index untuk Maret, juga di atas estimasi, yaitu 51.8

Sementara, Harga minyak dunia turun pada sesi akhir hari Jumat lalu karena Arab Saudi meruntuhkan harapan yang sudah rendah bahwa produsen-produsen utama akan setuju membatasi produksi mereka guna mengatasi kelebihan pasokan global. Patokan Amerika Serikat, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), untuk pengiriman Mei turun 1,55 dolar AS (4,0 persen) menjadi berakhir di 36,79 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent North Sea, yang merupakan patokan harga global, untuk pengiriman Juni menetap pada 38,67 dolar AS per barel di perdagangan London, turun 1,66 dolar AS (4,1 persen) dibanding penutupan Kamis.

Harga minyak terpukul sebagian karena kembalinya minyak mentah Iran ke pasar dunia setelah bertahun-tahun sanksi ekonomi pada Teheran dicabut menyusul kesepakatan nuklir tahun lalu. Iran mengindikasikan sebelumnya bahwa tidak akan berpartisipasi dalam pembekuan produksi sampai produksinya mencapai tingkat sebelum sanksi internasional dikenakan.

Bersamaan dengan tutupnya perbankan Tiongkok hari ini, nampaknya akan mempengaruhi jejak Emas yang diperkirakan akan bergerak tidak terlalu volatile. Namun secara teknikal tendensi tekanan masih akan membayangi performa Emas dan Perak.