Analisa-Fundamental Analisa Komprehensif Komoditas, 28 April 2016
Harga minyak melonjak sekitar 3 persen pada sesi Rabu, menciptakan harga tertinggi baru untuk tahun 2016 karena dolar melemah setelah Federal Reserve mengumumkan tidak mengubah suku bunga AS. Minyak mulai beranjak naik sehari setelah kelompok industri mengatakan persediaan minyak mentah AS turun pada minggu terakhir. Tapi harga sedikit mundur setelah Administrasi Informasi Energi AS melaporkan di pagi hari waktu setempat bahwa stok minyak mentah naik 2 juta barel di pekan lalu.

Pada sore hari di AS, The Fed mengumumkan meninggalkan suku bunga tidak berubah dan mengeluarkan pernyataan yang menyiratkan tidak terburu-buru untuk menaikkan suku bunga di masa depan. Kontrak berjangka Brent dan West Texas Intermediate (WTI) melonjak menjelang settlement. Brent ditutup naik $1,44 di $47,18, setelah mencapai $47,45. WTI untuk pengiriman Mei ditutup naik $1,29 persen di $45,33 per barel, setelah mencapai $45,62. Penurunan dolar membuat minyak dan komoditas lainnya dalam mata uang greenback lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya.

Namun rally minyak mentah di sisi yang berbeda menyimpan potensi buruk bagi harga komoditas ini karena harga yang lebih tinggi bisa mendorong lebih banyak produksi yang pada akhirnya akan memperburuk kelebihan pasokan global. Brent telah naik lebih dari $20 per barel, atau hampir 75 persen, sejak mencapai posisi terendah 12-tahun pada akhir Januari. Untuk bulan ini saja Brent telah melonjak 19 persen, menuju kenaikan bulanan terbesar dalam setahun.

Di sesi kemarin emas sedikit menurun di setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga stabil. New York Mercantile Exchange, emas untuk pengiriman Juni diperdagangkan turun 0,21% menjadi $1.244.55 per troy ounce. Perak untuk pengiriman Mei naik 0,06% menjadi $17,300 per troy ounce, sementara tembaga untuk pengiriman Mei naik 0,09% ke $ 2,234 per pon.

Kebijakan Federal Open Market Committee (FOMC) meninggalkan suku bunga jangka pendek tidak berubah sesuai yang diharapkan, tapi dari pernyataan kebijakannya bank sentral AS ini mungkin mempersiapkan pasar keuangan untuk kenaikan tingkat yang moderat dalam beberapa bulan mendatang. “Informasi yang diterima sejak Komite Pasar Terbuka Federal bertemu pada bulan Maret menunjukkan bahwa kondisi pasar tenaga kerja telah meningkat lebih lanjut bahkan saat pertumbuhan aktivitas ekonomi tampak telah melambat. Pertumbuhan belanja rumah tangga telah dimoderasi, meskipun pendapatan riil rumah tangga telah meningkat pada tingkat yang solid dan sentimen konsumen tetap tinggi, ” demikian salah satu pernyataan Fed.

Hari ini pedagang emas dan perak juga akan memperhatikan hasil dari pertemuan rutin bank sentral Jepang. Sebelumnya di Jepang, data pengeluaran rumah tangga turun 5,3% di bulan Maret, lebih dari penurunan 4,2% yang diperkirakan. Indeks Harga Konsumen Inti nasional turun 0,3%. Jepang juga melaporkan produksi industri sementara untuk bulan Maret naik 3,6%, sedangkan penjualan ritel tergelincir 1,1%, kurang dari 1,5% penurunan yang diperkirakan.

Sejak Fed mulai pengetatan kebijakan moneter pada akhir tahun lalu, Bank Sentral Eropa telah menerapkan berbagai langkah-langkah pelonggaran sementara Bank of Japan telah menurunkan tarif ke wilayah negatif untuk pertama kalinya dalam sejarah. Menyusul keputusan The Fed, BOJ bisa menurunkan suku bunga deposito yang lebih jauh pada pertemuan hari ini.