in Berita Pasar by heri
31-Emas-1200x1183 Analisa Komprehensif Komoditas, 25 Februari 2016
-Emas dan Perak masih konsolidasi

Pada perdagangan di pasar Asia ini harga emas masih dalam fase koreksi pasca rally
di perdagangan pasar Amerika tadi malam. Tegelincirnya harga emas disinyalir profit taking
sejenak dari para spekulan pasar, namun tren secara keseluruhan emas masih dalam posisi bullish
dipicu oleh tekanan terhadap harga minyak dunia yang kembali melemah sehingga telah mendorong
sentimen safe haven terhadap emas. Keraguan akan kenaikan suku bunga Fed dalam waktu dekat ini juga telah berperan mempengaruhi kenaikan harga emas.

-Data GDP AS jadi fokus investor

Fokus para investor di pekan ini masih mencermati data GDP Amerika yang akan diumumkan besok
hari dimana berdasarkan forecast akan terjadi penurunan. Serangkaian indikator ekonomi Amerika
masih tetap dominan mempengaruhi pergerakan emas disamping faktor penurunan harga minyak dunia

dan pelambatan ekonomi global secara keseluruhan. Kepastian akan kelanjutan perubahan suku
bunga bank sentral AS masih tetap memainkan peranan vital terhadap pergerakan emas selanjutnya.

-Recovery Minyak masih tertahan

Minyak mencoba bangkit dari tekanan sebelumnya merespon data cadangan minyak Amerika dimana

kenaikan cadangan minyak AS masih kurang sesuai dengan ekspektasi sebelumnya. Akan tetapi
bayang-bayang over supply minyak global seiring sinyal yang telah disampaikan oleh Menteri
Perminyakan Saudi Arabia Ali al-Naimi yang kemungkinan belum berencana akan melakukan
pemangkasan kapasitas produksi minyaknya serta tambahan pasokan minyak dari Iran pasca lepas
sanksi telah menjadi akumulasi yang bisa kembali memberatkan recoveri minyak.

-Emas dan Perak berpeluang melaju kembali

Untuk pergerakan hari ini kami memperkirakan emas maupun perak berpotensi kembali ke jalur
kenaikannya lagi karena derasnya sentimen negatif akumulasi dari beberapa faktor seperti
mencuatnya sentimen safe haven, belum jelasnya timing realisasi keaikan suku bunga The Fed
ditengah terkontraksinya serangkaian indikator ekonomi Paman Sam. Sedangkan recovery harga
minyak dunia kemungkinan masih akan terbatas karena faktor dominan over supply ditengah
berkurangnya demand terhadap minyak karena pelambatan ekonomi masing-masing negara yang sedang kesulitan ekonomi masih berperan membebani laju minyak.