in Berita Pasar by heri
0 Analisa Komprehensif Komoditas, 20 April 2016
Emas terus melaju ditengah pelemahan greenback

Pada perdagangan di pasar Asia ini harga emas masih dalam fase koreksi setelah pada
perdagangan tadi malam berhasil rebound tajam dipicu oleh pelemahan mata uang dolar terhadap
major currencies lainnya merespon hasil mengecewakan dari data sektor perumahan Amerika. Namun rally emas ini masih terus dibayang-bayangi spekulasi kebijakan Federal Reserve Amerika.

-Keraguan akan kenaikan suku bunga The Fed lambungkan komoditas

Serangkaian indikator ekonomi Amerika akan terus menjadi fokus para investor jelang pertemuan
federal reserve AS pada pekan depan. Sejauh ini rumor yang kencang berkembang The Fed
kemungkinan masih akan mempertahankan suku bunganya hingga pertengahan tahun ini mengingat situasi perekonomian global yang tengah mengalami pelambatan termasuk Tiongkok sebagai salah satu ekonomi kuat dunia. Begitupun dengan data-data ekonomi AS yang telah diumumkan sebelumnya masih diragukan bisa menopang perubahan kebijakan The Fed sebagai syarat kenaikan suku bunga seperti yang telah disinggung oleh Janet Yellen.

-Sinyal dari Kuwait lambungkan harga minyak dunia

Harga minyak dunia kembali melanjutkan tren kenaikannya menyusul rencana Kuwait yang akan
memangkas tingkat produksi minyaknya. Namun ditengah euforia rally minyak global ini masih
dibayangi oleh antisipasi pengumuman cadangan minyak Amerika nanti malam dimana berdasarkan
forecast akan terjadi penurunan cadangan minyak AS. Isu over supply minyak ini masih menarik
perhatian investor dimana kegagalan kesepakan anggota OPEC dalam meredam kapasitas produksinya masih kerap membayangi rebound minyak dunia. Kabar dari Kuwait setidaknya bisa mengurangi kekehawatiran akan melimpahnya cadangan minyak global.

-Komoditas berpotensi rally kembali

Untuk pergerakan hari ini kami memperkirakan emas dan perak berpeluang kembali ke jalur
penguatannya kembali karena keraguan para investor akan perubahan kebijakan federal reserve AS
setelah serentetan indikator ekonomi Amerika belum sesuai dengan ekspektasi sehingga ada
korelasi dengan sikap Yellen sebelumnya yang telah memberikan sinyal akan kebijakan bank
sentral selanjutnya. Sedangkan harga minyak dunia setali tiga uang dengan komoditas lainnya
bisa kembali naik karena meredanya kecemasan akan over supply minyak global.