in Berita Pasar by heri
0 Analisa Komprehensif Komoditas, 19 April 2016
-Recovery greenback picu emas tergelincir

Pada perdagangan di pasar Asia ini harga emas masih melemah terbatas disinyalir
profit taking sejenak para investor ditengah minimnya data ekonomi yang bisa mendukung tren
pergerakan emas. Recovery dari mata uang dolar Amerika terhadap major currencies lainnya juga
telah berperan menahan laju emas pada perdagngan awal pekan ini. Para investor terlebih dahulu
masih menantikan katalis lainnya sebelum menentukan langkah berikutnya.

-Event Fed meeting masih bayangi tren emas

Semakin dekatnya pertemuan Federal Reserve AS akan membuat para spekulan menahan untuk tidak mendorong rally emas lebih jauh lagi meskipun rumor kuat telah berkembang mengenai kemungkinan ditundanya perubahan kebijakan moneter Amerika. Penjelasan dari pimpinan The Fed Janet Yellen terhadap rencana kebijakan bank sentral AS ini sebenarnya cukup jelas bisa di jadikan acuan dimana ia telah menegaskan tetap komit mendukung perubahan dengan catatan perekonomian Amerika terus mendukungnya.

-Antisipasi data cadangan minyak AS dorong minyak pulih dari tekanan

Harga minyak dunia berhasil bangkit dari tekanan sebelumnya sebagai antisipasi pengumuman
cadangan minyak Amerika, namun secara keseluruhan minyak masih dibayangi tekanan menyusul hasil pertemuan di Doha, Qatar dimana negara-negara yang tergabung dalam OPEC plus Rusia belum mencapai kata sepakat dalam mengurangi produksi minyaknya. Perseteruan Saudi Arabia dengan Iran nampaknya akan menyulitkan terjadinya kompromi masalah pengurangan produksi minyak oleh para produsen utama minyak dunia.

-Komoditas rentan tergelincir kembali

Untuk pergerakan hari ini kami memperkirakan emas dan perak berpotensi tergelincir kembali
meskipun kami melihat penurunan emas dan perak masih dalam area yang terbatas. Belum jelasnya
nasib suku bunga bank sentral AS yang akan melakukan pertemuan pada akhir bulan ini diyakini
akan menahan para spekulan pasar untuk tidak terlalu agresif menekan atau mendorong emas dan
perak. Begitupun dengan harga minyak dunia, pasar cenderung akan mencermati perkembangan data cadangan minyak AS terlebih dahulu. Isu over supply pasca kegagalan pertemuan Doha masih tetap akan membayangi tren minyak dunia.