in Berita Pasar by heri
Harga minyak mentah melonjak lagi pagi ini didorong oleh ekspektasi pemotongan produksi minyak mentah oleh produsen utama. Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah untuk pengiriman Maret melonjak 2,67% menjadi $ 30,57 per barel. Minggu ini, American Petroleum Institute dan Departemen Energi AS akan merilis data persediaan minyak mentah dan stok di AS yang kemungkinan akan tertunda sehari dari jadwal biasanya karena libur federal pada hari Senin. Di sesi Senin harga minyak stabil dan tetap menjaga keuntungan minggu lalu pada spekulasi bahwa OPEC dan Rusia mungkin sepakat untuk memangkas produksi untuk mengurangi banjir pasokan yang telah mendorong harga ke level terendah dalam lebih dari satu dekade.

Menteri Perminyakan Nigeria mengatakan kepada Reuters bahwa OPEC telah bergeser ke konsensus tentang bagaimana untuk menopang harga. Rusia mengatakan pada hari Senin akan menurunkan produksinya secara terkoordinasi secara individu dengan anggota OPEC terutama Venezuela, tapi tidak dengan organisasi itu sendiri, demikian menurun perwakilan Rusia untuk OPEC. Pekan lalu, Menteri Energi Uni Emirat Amerika mengatakan OPEC bersedia bekerja sama pada penurunan produksi. Fakta bahwa pasar telah bereaksi begitu kuat tentu menunjukkan bahwa komentar ini ditanggapi serius. Namun, banyak analis, termasuk Badan Energi Internasional, masih skeptis OPEC akan sepakat dengan produsen lain untuk memangkas produksinya.

Sementara itu harga emas turun lagi pada awal sesi Selasa dengan fokus pasar pada risalah pertemuan Fed yang akan dirilis pada Kamis dini hari untuk dijadikan indikasi terbaru pada apakah bank sentral AS akan menaikkan suku bunga di tahun ini atau tidak. Data inflasi AS juaga kan menjadi perhatian sebagai petunjuk lebih lanjut tentang kekuatan ekonomi. Emas untuk pengiriman April di divisi Comex New York Mercantile Exchange menurun ke $ 1.195,00 per troy ounce. Perak berjangka turun 0,16% menjadi $ 15,220 per troy ounce.

Kemarin emas mengalami kerugian besar pada hari Senin karena investor pindah kembali ke aset berisiko. Emas terus bergerak naik dalam beberapa pekan terakhir di tengah indikasi adanya permasalahan ekonomi dan keuangan global yang dapat membuat Federal Reserve sulit untuk menaikkan suku bunga lagi tahun ini. Dengan peningkatan saham-saham Asia yang mungkina akan disusul pula oleh saham Eropa dan Amerika, hari ini emas dan perak bisa tertekan lagi