trade-at-the-new-york-stock-exchange-1-1200x1080 Analisa Komprehensif Index, 26 Februari 2016
Hang Seng ditutup turun bersama dengan Shanghai Composite dikarenakan adanya kekhawatiran mengenai perlambatan ekonomi Tiongkok.

Indeks Hang Seng terpantau turun sebanyak 1,6% dan menetap di posisi 18.888,75. Indeks Shanghai Composite Tiongkok juga terjun lebih dari 6% yang merupakan penurunan terbesar satu hari dalam sebulan.

Penurunan tersebut dikarenakan adanya aksi profit taking yang diperkuat oleh kekhawatiran mengenai likuiditas yang makin ketat, dan semuanya itu mengarah ke perlambatan pertumbuhan ekonomi di Tiongkok.

Bursa Korea Selatan KOSPI pada akhir perdagangan kemarin, ditutup menguat, Kamis (25/2). Namun dari mata uang Won ditutup melemah terhadap dolar AS.

Indeks KOSPI naik 0.3 persen ke level 1.918.57. Sementara Won ditutup jatuh rendah dekat hampir enam tahun terhadap dolar pada hari Kamis, terus-menerus terluka oleh tingkat kecemasan di antara pedagang tentang prospek jangka pendek dari pasar Tiongkok dan global.

Sementara pasar mobil Korea Selatan bergerak tumbuh 10.3 persen di tahun 2015, menjadi level 10 dunia terbesar dalam penjualan kendaraan, seperti yang dilansir dari Asosiasi produsen mobil Korea (KAMA).

Lebih dari 1.83 juta dibuat dalam negeri dan impor mobil yang dijual pada tahun lalu, naik lebih dari 2 persen dari penjualan mobil di seluruh dunia, sedangkan pada tahun 2014, negara ginseng tersebut merupakan pasar penjualan otomotif terbesar nomor urut 11.

Bursa Nikkei Jepang ditutup menguat pada hari Selas kemarin, Selasa (25/2). Dipicu dari saham elektronik yang merosot tajam.

Indeks Nikkei 225 ditutup naik 1,41% atau 224,55 poin ke level 16.140,34, rebound setelah 3 hari tertekan. Sedangkan indeks Topix berakhir naik 1,79% ke level 1.307,54.

Yang menjadi pemicu penurunan saham, yaitu saham Sharp anjlok 14,37% setelah mengumumkan akuisisi oleh Foxconn. Perusahaan yang bermarkas d iJepang ini melakukan penjualan saham senilai 484 miliar yen kepada Foxconn. Penjualan saham tersebut akan menjadikan Foxconn, perusahaan manufaktur elektronik yang antara lain memproduksi barang keluaran Apple, pemilik mayoritas Sharp.