20111207_JV_Saham-01A-638x426 Analisa Komprehensif Index, 24 Maret 2016
Bursa saham Hong Kong, termasuk Hang Seng, berakhir sedikit lebih rendah pada sesi Rabu, karena investor di Asia mencemaskan tanda-tanda economic warming.

Indeks Hang Seng turun 0,3% menjadi 20.615,23 poin, sedangkan China Enterprises Index turun 0,3% menjadi 8.873,33.

Volume perdagangan total perusahaan yang termasuk dalam indeks HSI adalah 1,2 miliar saham.

Bursa Korea Selatan KOSPI ditutup turun pada perdagangan kemarin dengan pelemahan mata uang Won terhadap dolar AS yang juga terjadi.

Indeks harga saham gabungan (KOSPI) ditutup turun 1.69 poin di level 1.995.12, dan indeks KOSDDAQ turun 2.12 poin di level 669.39. Risiko Korea Utara muncul kembali setelah Komite Korea Utara yang menangani hubungan antar Korea mengatakan, negara komunis akan memulai perang habis-habisan melawan Selatan. Ancaman tersebut bukanlah hal yang baru, tapi ini mengikuti serangkaian provokasi yang termasuk uji coba nuklir dan peluncuran roket dalam waktu jangka panjang.

Investor kurang sensitif terhadap resiko Korea Utara seiring hari peluncuran rudal dan uji coba nuklir. Mereka tidak muncul untuk menjadi faktor yang kuat dimana bisa merubah papan harga.

Indeks Nikkei Jepang kemarin ditutup dengan penurunan, Rabu (23/3) seiring dari pelemahan yen terhadap dolar AS.

Indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,28% di level 17.000,98. Topix turun 0,42% di level 1.364,20. Sementara mata uang Yen melemah turun 0,4% di level 112,29 menyusul bom Belgia yang menewaskan sedikitnya 31 orang tersebut.

Dari mata uang, Dolar AS sedang diperebutkan dan yen berubah menjadi lebih lemah, seperti diketahui, bom terjadi di bandar udara dan stasiun kereta bawah tanah di Brussels.