in Berita Pasar by heri
Saham Hong Kong terpantau lebih rendah pada penutupan sesi Selasa, dengan penurunan di sektor properti dan utilitas mengimbangi kenaikan energi dan sumber daya.

Indeks Hang Seng turun 0,3% menjadi 19.414,78 poin, sedangkan Indeks China Enterprises turun 0,6% menjadi 8.170,62. Indeks Blue-chip CSI300 turun 1,0% menjadi 3.089,36 poin, sedangkan Indeks Shanghai Composite kehilangan 0,8% menjadi 2.903,33.

Sebagian besar sektor turun, tapi saham energi dan sumber daya naik pada rebound harga komoditas dan minyak global.

Saham Tiongkok jatuh pada hari Selasa karena investor mengambil keuntungan dari kenaikan 2 persen pada sesi sebelumnya, namun beberapa analis mengharapkan para pembeli untuk kembali menjelang pertemuan legislatif tahunan Tiongkok bulan depan, di mana tujuan ekonomi utama akan ditetapkan.

Saham Korea Selatan ditutup turun pada perdagangan Selasa (24/2). Dipicu dari penurunan saham otomotif.

Indeks KOSPI turun 2.14 poin di level 1.1914.22 dan indeks KOSDAQ turun 7.83 poin di level 642.31. Saham Hyundai Motor turun 0,34 persen, dan afiliasinya lebih kecil Kia Motors juga ikut turun 0,73 persen.

Sementara saham Samsung Electronics naik 0,51 persen. Penyuling minyak SK innovation naik 3,85 persen dan S-Oil memperoleh kenaikan 2,65 persen.

Penutupan indeks Nikkei Jepang terlihat menurun lagi, dipicu dari penguatan yen pada perdagangan.

Indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,37% atau 59,00 poin ke level 16.052,05. Indeks Topix Jepang ikut turun 0,68% atau 8,83 poin ke level 1.291,17. Menurutnya, yen telah diperdagangkan pada tingkat rendah secara historis yang tersirat tak berujung pelonggaran, tapi sekarang keraguan muncul.

Selain daripada itu, minyak WTI juga terseret turun hingga 1,89% ke US$32,76 per barel pada perdagangan kemarin, sama dengan minyak Brent, yang menurun 1,59% ke US$34,14 per barel.