in Berita Pasar by heri
20111207_JV_Saham-01A-638x426 Analisa Komprehensif Index, 18 Februari 2016
Indeks berjangka di Asia naik pada awal sesi Kamis menyusul akhir positif di Wall Street dan Eropa di sesi kemarin. Saham-saham Asia naik dan safe haven obligasi pemerintah turun karena harga minyak mentah memperpanjang kenaikan di tengah harapan bahwa produsen besar akan memangkas produksi yang pada akhirnya meningkatkan minat investor untuk aset berisiko.

Minyak mentah tetap menjadi pendorong utama di bursa saham dengan harga minyak naik sebanyak 3 persen di awal perdagangan Asia setelah melompat 7 persen pada sesi Rabu terdorong oleh Iran yang menyuarakan dukungan terhadap wacana pembekuan produksi yang digagas Rusia-Arab Saudi sebagai langkah untuk menangani kelebihan pasokan yang menjadi pemicu anjloknya harga minyak mentah ke level terendah dalam 12 tahun. Minyak mentah berjangka AS melonjak $ 1,06 setelah pasar Asia dibuka, dan naik 57 sen menjadi $ 31,23 per barel.

Risalah dari pertemuan kebijakan Januari Fed menunjukkan bahwa pembuat kebijakan bank sentral AS khawatir kondisi keuangan global yang ketat memukul perekonomian AS dan pasar menganggap ini potensial untuk mengubah jalur Fed untuk rencana kenaikan suku bunga pada tahun 2016. Nada hati-hati dari risalah pertemuan FOMC periode Januari menyoroti bahwa risiko penurunan prospek pertumbuhan AS semakin besar. Pun demikian pasar masih memperkirakan Fed akan melanjutkan kenaikkan suku bunga pada bulan Juni yang menjadi pertanda baik bagi dolar AS.

Di Jepang indeks Nikkei menguat 1,9 persen, mengurangi potensi dari penurunan lebih besar dari perkiraan pada data ekspor dan impor periode Januari. Nikkei futures yang diperdagangkan di Chicago dan Osaka bergerak lebih tinggi, naik 1,28 persen ke 16165 dan 2,60 persen di 16150. Masing-masing indeks acuan Jepang ini ditutup pada 15836.36 di sesi sebelumnya.

Kemarin saham-saham di AS meningkat. Saham energi yang bernasib baik karena negara-negara penghasil minyak berencana untuk membekukan produksi minyak. Dow Jones Industrial Average naik di hari ketiga dengan eskalasi 289 poin. Dow Jones Industrial Average ditutup positif 257,42 poin, atau 1,59%, di 16453,83. Indeks Standard & Poor 500 ditutup naik 31,24 poin, atau 1,65%, di 1926,82. Indeks komposit Nasdaq ditutup naik 98,11 poin, atau 2,21%, di 4.534,07. Saham perusahaan minyak Chevron Corporation reli 4,1% dan menunjukkan performa terbaik di indeks Dow.

Pada sesi perdagangan Rabu, Hang Seng Index Futures ditutup pada 19.239, naik 323 poin pada volume 12.610 kontrak. Hang Seng China Enterprises Index Futures ditutup pada 8109, naik 198 poin, pada volume 12.182 kontrak. Pagi ini Hang Seng futures dibuka menguat di 19376 dan masih berpeluang naik ke resistance di 19736, level tertinggi sesi 29 Januari.

Di Korea Selatan indeks KOSPI futures dibuka menguat di 235.70. Saham-saham Korea Selatan memperpanjang tiga sesi keuntungan yang solid. Jika dilihat bagaimana saham energi dan saham produsen kapal laut berkinerja sejauh ini, cukup jelas bahwa harga minyak sekarang memiliki dampak terbatas pada pasar. Pelemahan won terhadap dolar juga turut membantu naiknya saham-saham eksportir di Korea Selatan.