[sdf_hero id=”sdf-row-1″ last=”yes”][sdf_col id=”sdf-col-1″ width=”1/1″][sdf_image id=”sdf-element-0″ module_width=”1/1″ title=”” alt_text=”” image=”https://www.ifx.web.id/wp-content/uploads/rekogbp-700×357.jpg” top_margin=”” bottom_margin=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” image_alignment=”left” image_size=”sdf-image-md-12″ image_shape=”square” lightbox=”no” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””][/sdf_image][sdf_text_block id=”sdf-element-1″ module_width=”1/1″ top_margin=”” bottom_margin=”” text_alignment=”left” font_family=”” font_size=”” text_color=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””]Dolar AS Tersendat, Trader Menanti Data US GDP

Geliat dolar AS pada sepanjang sesi transaksi hari Kamis (25/02/2016) kemarin, nampak tersendat terhadap rival karensi utama lainnya. Sikap para partisipan forex market yang cenderung memilih hati-hati terlihat lebih kental, menyusul rilisan data indikator ekonomi AS yang berlabel “mixed”

Departemen Tenaga Kerja AS kemarin melaporkan bahwa jumlah individu yang mengisi formulir tunjangan sosial tuna karya untuk periode akhir pekan 20 Februari, meningkat sebanyak 10.000 menjadi 272.000 dari pekan sebelumnya yang tercatat total 262.000. Data tersebut melenceng dari ekspektasi para analis yang mematok kenaikan sebesar 8000, menjadi 270.000

Di bagian lain, rilisan Departemen Perdagangan AS menunjukkan bahwa total orderan durable goods melejit sebesar 4.9% pada bulan Januari, sekaligus melibas estimasi analis yang menyajikan angka naik sebatas 2.5%. Untuk data Core durable goods order, yang tidak termasuk item transportasi yang volatile, meningkat sebesar 1.8% pada Januari, juga melampaui ekspektasi naik sebatas 0.2%

Dua potret indikator ekonomi AS berkualifikasi vital tersebut di atas, yang tampil kontradiksi, menjadi alasan bagi para trader dan investor untuk mengambil langkah waspada sembari mengurangi porsi dolar AS, sehingga indeks dolar AS (USD) sebagai parameter kekuatan dolar AS terhadap enam karensi utama lainnya, pada Kamis (25/02/2016) kemarin tampil tertatih-tatih dalam rentang transaksi yang relatif tipis.

Millenium MT4 mencatat USD melorot dari level 97.730 menuju 97.200 dan dipungkas pada level 97.430. Jika pola menyauk profit yang dilakukan para trader dan investor hari ini berlanjut, maka USD s akan kembali terpelanting, setidaknya hingga sebelum data USD Prelim GDP (estimasi 0.4% dari 0.7%) dipublikasikan pada jam 20.30 WIB nanti malam.

Namun jika data USD Prelim GDP dan data lainnya, semisal Core PCE Price Index (prediksi 0.1% dari 0.0%) dan Goods Trade Balance (perkiraan -61.1 B dari -61.5B) dan Personal Spending (estimasi, 0.3% dari 0.0%) berlabel “sangat memuaskan”, maka reaksi naik dolar AS berpeluang terwujud lagi.

Sementara data Revised UoM Consumer Sentiment (perkiraan 91.1 dari 90.7) pada jam 22.00 WIB juga akan mempengaruhi kinerja dolar AS, yang disusul oleh testimony anggota FOMC, yaitu Jerome Powell pada jam 22.15 dan anggota FOMC Lael Brainard pada jam 01.30, Sabtu dini hari nanti.

Perhelatan G20 meetings pada dua hari akhir pekan ini, juga akan menjadi bekal bagi dolar AS kala berhadapan dengan rival karensi utama lainnya, setidaknya hingga penutupan pasar New York dan untuk awal pekan depan, lantaran setiap ucapan para petinggi negara G20, terutama dari US akan menjadi titik atensi bagi trader dan investor dunia berkenaan dengan kondisi dan prospek ekonomi global.[/sdf_text_block][/sdf_col][/sdf_hero]


Tinggalkan Balasan