in Berita Pasar by heri
poundsterling-dollar-euro-1200x672 Analisa Komprehensif Forex, 4 April 2016
Solidnya data AS belum mampu topang greenback

Mata uang dolar Amerika pada perdagangan pagi ini masih dalam posisi melemah terhadap major currencies kecuali terhadap poundstering terjadi anomali. Membaiknya data ketenagakerjaan Amerika yang telah diumumkan pada akhir pekan lalu nampaknya tidak akan mampu mendorong Federal Reserve Amerika untuk merubah kebijakan moeneternya dalam waktu dekat ini.

-Sinyal dari Yellen masih mempertahankan kebijakan moneter The Fed

Dalam beberapa kesempatan pimpinan Federal Reserve Amerika Janet Yellen berulang kali menyinggung proyeksi kebijakan monter bank sentral di tahun 2016 ini, ia menandaskan bahwa resiko ekonomi global yang tengah melambat, terkontraksinya perekonomian Tiongkok serta menurunnya harga minyak dunia telah dijadikan pertimbangan tersendiri bagi The Fed untuk tidak mengubah kebijakan moneternya dalam waktu dekat ini.

-Sentimen Brexit terus bayangi poundsterling

Di lain pihak poundsterling gagal mengikuti jejak penguatan mata uang lainnya terhadap dollar Amerika karena dominannya pengaruh politis terkait masa depan Inggris apakah masih bertahan dengan Zona Eropa atau justeru memilih opsi akan keluar dair Zona Eropa pada referendum 23 Juni nanti. Sentimen Brexit ini masih kerap membayangi laju the cable dalam beberapa bulan terkahir ini.

Untuk pergerakan hari ini tidak banyak data ekonomi yang signifikan bisa mempengaruhi pergerakan, hanya ada data building approvals Australia dengan estimasi membaik, retail sales Australia diproyeksikan membaik pula, sedangkan dari Inggris ada data contructions PMI dengan estimasi sedikit membaik. Dari Eropa akan diumumkan data unemployment rate dengan estimasi unchange. Dari Amerika sendiri hanya ada data factory orders dengan estimasi menurun.

-Dolar Amerika berpotensi melemah kembali

Untuk perdagangan hari ini kami memperkirakan mata uang dolar Amerika kemungkinan masih melemah terhadap major currencies lainnya pada perdagangan awal pekan ini. Sinyal dari pimpinan The Fed Janet Yellen sudah jelas bisa dijadikan acuan terkait proyeksi kebijakan moenetr bank sentral AS. Kehati-hatian dari Janet Yellen dalam menyikapi pelambatan ekonomi global cukup logis tuntuk tidak terburu-buru mengubah kebaijakan suku bunganya dalam waktu dekat ini karena pertimbangan resiko terhadap perekonomian Amerika sendiri yang tengah dalam porses recovery dari keterpurukan sebelumnya.