in Berita Pasar by heri
title_pic_story_full Analisa Komprehensif Forex, 28 Maret 2016
Dolar naik di pekan lalu, ekspektasi rate hike semakin kuat

Dolar bergerak sedikit lebih tinggi terhadap mata uang utama lainnya dalam perdagangan tipis pada hari Jumat lalu dengan hadirnya revisi atas data pertumbuhan ekonmi AS di kuartal keempat tahun lalu yang mendukung ekspektasi potensi kenaikan suku bunga Fed dalam beberapa bulan mendatang.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama hanya naik tipis 0,115 ke 96,17. Indeks ini mengakhiri sesi mingguan dengan naik 1,1%. Kondisi perdagangan tipis di hari itu karena banyak pasar keuangan ditutup untuk liburan Jumat Agung. Perdagangan yang tipis juga dapat terjadi hari ini. Pasar di Australia, Hong Kong, London, Frankfurt, Paris dan Milan akan ditutup untuk Paskah Senin.

Departemen Perdagangan AS menyampaikan kuartal keempat data produk domestik bruto direvisi naik ke tingkat tahunan 1,4% dari estimasi bulan lalu untuk pertumbuhan 1%. Data itu muncul setelah komentar hawkish pejabat Federal Reserve pada awal minggu lalu yang mengangkat prospek bank sentral AS dapat segera bertindak untuk menaikkan suku bunga. Presiden Fed St. Louis James Bullard mengatakan pada hari Rabu lalu bahwa para pembuat kebijakan harus mempertimbangkan kenaikan suku bunga pada pertemuan berikutnya di bulan April.

Sementara itu hal senada juga disampaikan dua pejabat Fed lainnya. Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker mengatakan bahwa ada wacana yang kuat untuk terus menaikkan suku bunga dan ia berharap dapat melihat tiga kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun ini. Secara terpisah, Presiden Fed Chicago Charles Evans mengatakan ia mengharapkan ada dua kenaikan suku bunga tahun ini, jika ekonomi tetap di jalur yang diharapkan. Suku bunga yang lebih tinggi akan meningkatkan permintaan terhadap dolar karena membuatnya lebih menarik bagi investor.

Yen dan Euro terpuruk, Pound semakin terancam

USDJPY naik 0,19% di 113,11 pada akhir sesi Jumat dan mengakhiri minggu lalu dengan keuntungan 1,51%.Yen melemah di Asia pada pagi hari ini, USDJPY bergerak naik 0,32% ke 113,48. EURUSD merosot 0,09% ke 1,1166 dan turun 0,97% untuk minggu tersebut.

Pound berakhir pekan dengan turun 2,32%, dengan GBPUSD di 1,4125 karena ketidakpastian atas masa depan Inggris di Uni Eropa menjelang referendum 23 Juni. Sterling berada di bawah tekanan jual tambahan di tengah kekhawatiran bahwa serangkaian serangan bom Brussels bisa memperkuat wacana Inggris untuk keluar dari Uni Eropa.

Pasar tunggu data-data penting terutama NFP

Pada minggu ini investor akan menunggu data CB Consumer Confidence AS pada sesi Selasa. Laporan inflasi zona euro di sesi Rabu juga data ADP Non-Farm Employment Change dari AS. Di sesi Kamis fokus pasar akan tertuju pada komentar dari Gubernur BoE dan data Current Account Inggris. Investor juga akan mengamati dengan seksama data yang aktivitas sektor manufaktur dan jasa Cina pada sesi Jumat. Namun fokus utama investor dan pelaku pasar di pekan ini adalah laporan pekerjaan AS periode Maret di sesi Jum’at. Laporan nonfarm payrolls dipandang sebagai indikator paling jelas tentang bagaimana ekonomi AS saat ini.