title_pic_story_full Analisa Komprehensif Forex, 24 Maret 2016
Para Pejabat Top Fed Dongkrak Performa Dollar AS

Performa dolar AS pada sepanjang sesi transaksi hari Rabu (23/03/2016) kemarin, sukses menjaga ritme bullish dalam empat hari bersinambung. Sentimen positif yang disemai oleh para pejabat top Federal Reserve,nampaknya menjadi faktor katalis penguatan dolar AS. Sehingga data vital semisal US New Home Sales yang berlabel “sedikit di bawah ekspektasi” tidak menggoyahkan para trader dan investor untuk setia mendekap dolar AS.

Setidaknya sejak Selasa (22/03/2016), orkestrasi dukungan para pejabat top Fed dimulai, yaitu diawali oleh Presiden Fed Philadelpia, Patrick Harker yang melontarkan opini bahwa Bank Sentral AS harus mendongkrak suku bunga sedini mungkin pada bulan April, jika ekonomi AS terus meningkat.

Gagasan berikutnya mencuat dari Presiden Fed Chicago, Charles Evans yang menandaskan bahwa ia berharap lebih dari dua kali diterapkan kebijakan meningkatkan suku bunga sebelum akhir tahun, bila ekonomi tetap berada dalam jalurnya.

Lantas, dipungkas oleh komentar Presiden Atlanta, Dennis Lockhart—yang dikalangan para analis dianggap getol mendongkrak kinerja dolar AS via komentar-komentarnya–, dengan tegas mengisyaratkan bahwa Fed mesti menaikkan suku bunga pada bulan April.

Orkestrasi senada dari para pejabat top Fed tersebut, sukses mengantarkan indeks dolar AS (USD) bersemayam di level puncak 96.220 bergeliat dari level low 95.570 dan berakhir pada level 96.040. Dan pada sesi transaksi zona Asia hari ini (Kamis, 24/03/2016), USD sempat menyapa level 96.240 (Millenium MT4).

Solidnya sentiment positif yang mengitari jajak dolar AS, berseberangan dengan faktor negatif yang mendera mata uang lainnya, semisal the cable yang sejauh ini tetap dibayangi oleh kekhawatiran pasar terkait dengan isu “Brexit”. Terpecahnya Partai Konservatif menjadi titik atensi menjelang digelar referendum pada bulan Juni, berkenaan dengan keanggotan Uni Eropa.

Sementara efek lanjut dari tiga ledakan di Brussel yang meregang nyawa 34 orang dan ratusan terluka, juga masih menjadi sentimen negatif bagi penampilan euro, yang terus melorot.

Peluang dolar AS untuk tetap merebut kendali di pasar uang nampaknya tetap terbuka, jika pidato Presiden Fed St Louis, James Bullard pada jam 19.15 WIB malam ini, memperteguh optimisme pasar terkait kans “peningkatan suku bunga AS secepatnya” apalagi bila diselipi catatan bahwa kondisi ekonomi AS nampak cerah.

Sementara untuk data vital berlabel “sangat signifikan” yaitu US Core Durable Goods Orders dan US Unemployment Claims, jika bertera “sangat memuaskan” akan menjadi bonus tambahan bagi daya jelajah the greenback.

Untuk performa Euro, pada awal petang ini, yaitu jam 16.00 WIB juga akan diuji oleh risalah ECB Economic Bulletin dan untuk kinerja the cable, test lumayan berat dari data GBP Retail Sales yang akan dipublikasikan pada jam 16.30 WIB.