Harga minyak AS anjlok pada perdagangan hari Senin kemarin setelah data menunjukkan tingkat persediaan masih tinggi, Arab Saudi dan Iran masih terus meningkatkan produksinya, dan ditambah peningkatan ekspor produk Negara-negara produsen minyak Non-OPEC mendorong harga minyak berpotensi untuk bergerak lebih rendah untuk beberapa bulan ke depan.

Karena penurunan harga minyak dunia, Negara Arab Saudi pada Senin kemarin dikonfirmasi bahwa pihaknya berencana untuk menjual saham minyak raksasa Saudi Aramco yang diharapkan akan bernilai lebih dari $ 2 triliun, penjualan akan kurang dari 5 persen dari perusahaan dan akan melalui penawaran umum perdana (IPO).

Sebagai eksportir minyak terbesar di dunia, sebagian besar penerimaan negara Arab Saudi berasal dari ekspor energi. Namun karena rendahnya harga minyak mentah dimulai pada Juni 2014, Negara ini mengalami defisit anggaran untuk tahun 2015.

Para pejabat sudah mengambil tindakan untuk diversifikasi sumber pendapatan sebelum kas negara yang ada bisa habis. Bulan ini, Deputi Putra Mahkota Mohammed bin Salman mengatakan bahwa kepemilikan Aramco dan beberapa aset nasional lainnya akan ditransfer ke dana masyarakat yang berinvestasi kas dari operasi minyak dan gas negara ke sektor lain.

Oil-Capai-Harga-Tertinggi-Tahunan-Jelang-Pertemuan-Di-Doha-696x487 Analisa Fundamental Oil Selasa,26 April 2016