[sdf_hero id=”sdf-row-1″ last=”yes”][sdf_col id=”sdf-col-1″ width=”1/1″][sdf_image id=”sdf-element-0″ module_width=”1/1″ title=”” alt_text=”” image=”http://forexsimpro.com/wp-content/uploads/2016/01/Prediksi-Forex-GBPUSD-13-Januari-2016-696×487.jpg” top_margin=”” bottom_margin=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” image_alignment=”left” image_size=”sdf-image-md-12″ image_shape=”square” lightbox=”no” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””][/sdf_image][sdf_text_block id=”sdf-element-1″ module_width=”1/1″ top_margin=”” bottom_margin=”” text_alignment=”left” font_family=”” font_size=”” text_color=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””]oundsterling
Pound melemah tajam pada awal pekan ini terhadap dollar AS dan juga terhadap euro, menjauhi level tinggi $1,4500. Penurunan sterling disebabkan aksi taking profit investor atas penguatan pada pekan sebelumnya serta karena sentimen negatif dari dalam negeri. Perdana Menteri Davd Cameron pada akhir pekan lalu merombak susunan kabinetnya seiring adanya pengunduran diri seorang menteri senior.
Pada hari ini data penting yang dirilis yaitu inflasi tahunan (CPI y/y) Inggris yang diprediksi naik dari 0,3% menjadi 0,4%. Jika inflasi naik sesuai perkiraan maka akan memberi dorongan penguatan pada mata uang sterling.[/sdf_text_block][/sdf_col][/sdf_hero]

Kategori: Berita Pasar

Tinggalkan Balasan