[sdf_hero id=”sdf-row-1″ last=”yes”][sdf_col id=”sdf-col-1″ width=”1/1″][sdf_image id=”sdf-element-0″ module_width=”1/1″ title=”” alt_text=”” image=”http://forexsimpro.com/wp-content/uploads/2016/03/AUSSIE-12-696×418.jpg” top_margin=”” bottom_margin=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” image_alignment=”left” image_size=”sdf-image-md-12″ image_shape=”square” lightbox=”no” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””][/sdf_image][sdf_text_block id=”sdf-element-1″ module_width=”1/1″ top_margin=”” bottom_margin=”” text_alignment=”left” font_family=”” font_size=”” text_color=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””]Pada kurs dollar AS mengalami penurunan terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada perdagangan New York dengan melihat kondisinya pada hari Senin kemaren, karena data ekonomi yang keluar dari negara lebih lemah dari perkiraan.

Rilis berita Aussie hari ini tidak ada dan hari ini fokus data terhadap berita Amerika yaitu CB Consumer Confidence dan Fed Chair Yellen Speaks. Dalam hal ini Gubernur Federal Reserve Janet Yellen akan kemungkinan membahas keputusan The Fed untuk adanya pemotongan jumlah kenaikan tingkat bunga tahunan 2016 ditengah penurunan pertumbuhan dan perkiraan inflasi. Kemungkinan akan menjelaskan kebingungan yang disebabkan oleh adanya keputusan The Fed yang “dovish” dan adanya konsekwensi apabila memberikan suara yang “hawkish[/sdf_text_block][/sdf_col][/sdf_hero]

Kategori: Berita Pasar

Tinggalkan Balasan