in Berita Pasar by heri
Lukman-Crude-Oil Alasan Tepat Membeli Minyak Saat Ini
Badan Energi Internasional (International Energy Agency, IEA) menyatakan bahwa pasar minyak mentah global di semester kedua nanti akan mendekati posisi berimbang sebagai dampak jatuhnya harga minyak mentah telah menimbulkan korban dikalangan produsen diluar OPEC.

Surplus minyak mentah saat ini akan berkurang hingga 200 ribu barel per hari dalam enam bulan terakhir ditahun ini dari 1,5 juta barel per hari di semester pertama. Dalam laporan yang diungkap hari Selasa (13/04) IEA mengungkapkan pula bahwa produksi dari negara bukan anggota kartel minyak OPEC akan mengalami penurunan yang paling tajam sejak 1992, akibat ledakan minyak shale AS yang terganggu. Disisi lain, melimpahnya suplai minyak mentah saat ini juga akan berkurang manakala Iran juga akan memperbaiki ekspor mereka secara bertahap disesuaikan meskipun sanksi internasional telah dikurangi pula.

Dengan demikian, sulit rasanya dipungkiri bahwa tren pasar akan mengarah kepada keseimbangan baru. Saat ini sudah bisa dirasakan sinyal antisipatif dalam menghadapi penurunan produksi minyak mentah termasuk juga upaya pengetatan yang dilakukan AS. Bila kita tengok harga minyak mentah pada bulan Januari, tercatat masih berada di harga termurahnya dalam 12 tahun terakhir ini. Murahnya harga minyak mentah saat itu karena besarnya surplus produksi minyak global dibandingkan permintaan yang ada.

Saat ini harga minyak mentah setidaknya telah mengalami kenaikan harga sebesar 30% dalam jangka waktu 2 bulan terakhir. Naiknya harga minyak mentah secara konstan ini terkait salah satunya dengan kesepakatan yang diambil oleh Arab Saudi dan Rusia untuk mengurangi produksi minyak mentah mereka. Memang, tanpa perincian lebih lanjut, kesepakatan ini akan kecil sekali dampaknya untuk mengurangi kelebihan produksi minyak mentah global. Hal ini memunculkan harapan bahwa dalam pertemuan yang dilakukan di Doha pada pekan ini akan membawa pada rincian perjanjian yang lebih baik.