in Berita Pasar by lilik
foxconn-1 Aktifitas Manufaktur Swasta Tiongkok Mei Melemah
“Secara keseluruhan, ekonomi China belum mampu mempertahankan pemulihan itu pada kuartal pertama dan dalam proses bottoming out,” Dr. Zhengsheng Zhong, direktur analisis makroekonomi CEBM Group, mengatakan dalam sebuah pernyataan. “Pemerintah masih perlu memanfaatkan sepenuhnya langkah-langkah kebijakan fiskal proaktif disertai dengan kebijakan moneter yang hati-hati untuk mencegah ekonomi dari perlambatan lebih lanjut.”

Menurut analis, penurunan memberikan sinyal berkepanjangan bahwa resesi manufaktur belum menemukan jalan keluar. Pelaku pasar memantau kebijakan pemerintah untuk tanda-tanda pelonggaran moneter lebih lanjut. The People`s Bank of China (PBOC) menjalani tahun intensif pelonggaran, di mana membawa suku bunga utama turun ke posisi terendah sepanjang masa. Beijing sejak telah memilih untuk tetap tenang, di mana diharapkan untuk tetap sampai kuartal keempat. Saat itulah putaran lanjut dari stimulus diharapkan, menurut perkiraan terbaru dari ekonom yang dilakukan oleh Bloomberg News.

Bank sentral Tiongkok menjalankan mandat ganda mendukung stabilitas yuan dan merangsang pertumbuhan ekonomi. Namun, laporan terbaru dari The Wall Street Journal menyatakan bahwa PBOC lebih mendukung stabilitas yuan dari reformasi pasar setelah bank sentral menyesuaikan mata uangnya dengan memperbaiki rezim. Hal ini menyebabkan yuan pada bulan Mei mengalami penurunan bulanan terbesar terhadap dolar sejak Agustus.

PMI Caixin manufaktur dirilis hanya beberapa jam setelah Beijing merilis ukuran aktifitas resmi pabrik yang menunjukkan berlanjutnya pelemahan di sektor manufaktur dalam negeri. PMI manufaktur resmi dari Biro Statistik Nasional (NBS) datang di 50,1 pada bulan Mei, tidak berubah dari bulan sebelumnya.

Lihat : Aktifitas Manufaktur Tiongkok Mei Datar, Aktifitas Swasta Merosot

Laporan PMI Caixin didasarkan pada survei terhadap lebih dari 400 perusahaan manufaktur ukuran kecil-menengah swasta di seluruh Tiongkok.