in Berita Pasar by heri
idx5-0013 Aksi Ambil Untung Menekan, IHSG Dibuka Melemah
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpaksa lengser lagi dari level 4.900 setelah terkena koreksi tipis. Aksi ambil untung sudah muncul di awal perdagangan. Mengawali perdagangan akhir pekan, Jumat (22/4), IHSG dibuka menipis 3,898 poin (0,08%) ke level 4.899,192. Indeks unggulan LQ45 dibuka berkurang 1,095 poin (0,13%) ke level 849,486.

Tercatat, indeks terus bergerak ke bawah sejak pembukaan perdagangan. Saham-saham yang kemarin sudah naik tinggi jadi sasaran aksi jual. Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini melemah. Dolar AS bergerak di posisi Rp 13.167 dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 13.155.

Hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG melemah tipis 0,911 poin (0,02%) ke level 4.902,179. Sementara Indeks LQ45 turun tipis 0,787 poin (0,09%) ke level 849,794.

Pada perdagangan kemarin, IHSG akhirnya kembali menembus level 4.900. Aksi beli di saham-saham unggulan bikin IHSG menguat. Bursa-bursa Asia pagi ini kompak melemah. Pergerakan pasar regional memberi sentimen negatif ke IHSG.

Sedangkan situasi di bursa-bursa regional pagi ini, antara lain: Indeks Nikkei 225 melemah 89,84 poin (0,52%) ke level 17.273,78, Indeks Hang Seng turun 174,68 poin (0,81%) ke level 21.447,57, Indeks Komposit Shanghai terpangkas 12,75 poin (0,43%) ke level 2.940,14, dan Indeks Straits Times terkoreksi 28,02 poin (0,95%) ke level 2.932,76.

Bank Indonesia (BI) mencatat adanya penurunan suku bunga simpanan dan pinjaman secara signifikan sepanjang kuartal I 2016. Direktur Eksekutif Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung mengklaim hal tersebut didorong oleh sejumlah kebijakan moneter yang sudah mulai longgar.

Tercatat sejak awal tahun BI telah tiga kali menurunkan suku bunga acuannya dan juga menurunkan batasan Giro Wajib Minimum (GWM) sebesar 150 basis poin (bps). Akibatnya hingga Maret rata-rata suku bunga deposito perbankan sudah turun sebanyak 37 bps dan 13 bps untuk suku bunga kredit.

Dengan adanya penguatan transmisi ini tentunya akan mempunyai dampak ke kecepatan turunnya lending rate dan deposito rate. Sekarang ini transmisi kebijakan pelonggaran operasi moneter ini sudah mulai berjalan walaupun belum terlalu optimal. Secara akumulasi, BI mencatat adanya penurunan suku bunga terbesar di bulan Maret. Hal tersebut dipengaruhi oleh adanya lag dari dampak penurunan BI rate yang kedua kalinya serta penurunan GWM yang cukup besar yaitu 100 bps.

Dalam catatan analisis uang beredar BI bulan Februari 2016, suku bunga kredit memang mengalami penurunan, sementara pergerakan suku bunga simpanan bervariasi. Pada Februari 2016, suku bunga kredit tercatat sebesar 12,79 persen turun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 12,83 persen.

Sementara itu suku bunga simpanan berjangka 1, 6 dan 12 bulan tercatat masing-masing sebesar 7,32 persen, 8,43 persen dan 8,4 persen, turun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 7,51 persen, 8,5 persen, dan 8,43 persen. Di sisi lain suku bunga simpanan berjangka 3 dan 24 bulan masing-masing tercatat sebesar 7,97 dan 9,1 persen atau lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat 7,9 persen dan 9,06 persen.