in Berita Pasar by heri
rupiah411 Akhir Pekan, IHSG Dibuka Melemah
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan di akhir pekan ini bergerak di zona merah. Mengawali perdagangan Jumat (8/4), IHSG dibuka melemah 22,974 poin (0,47%) ke 4.844,311. Sementara indeks unggulan LQ45 dibuka turun 6,207 poin (0,73%) ke 839.072.

Mengawali perdagangan preopening, IHSG dibuka turun 27,632 poin (0,57%) ke 4.839,653. Sementara indeks LQ45 dibuka melemah 6,808 poin (0,81%) ke 838.726. Pada akhir perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah 0,945 poin (0,02%) ke 4.867,285. Sementara indeks LQ45 ditutup turun 0,435 poin (0,05%) ke 845.534.

Sementara di pasar uang, dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat terhadap rupiah. Berdasarkan data perdagangan Reuters, dolar AS pagi ini dibuka di Rp 13.216, dibandingkan posisi sore kemarin di Rp 13.155.

Sedangkan kondisi bursa saham Asia pagi ini, antara lain: Indeks Nikkei 225 turun 184,54 poin (1,17%) ke 15.565,30, Indeks Hang Seng naik 59,38 poin (0,29%) ke 20.266,05, Indeks SSE Composite turun 26,00 poin (0,86%) ke 2.982,76, dan Indeks Straits Times turun 24,36 poin (0,87%) ke 2.789,58.

IHSG bergerak fluktuatif pada perdagangan kemarin. Sempat menguat 32 poin namun gagal tutup di teritori positif. IHSG akhirnya tutup flat di 4.867,285 melemah tipis tidak sampai satu poin. Pada perdagangan kemarin pembelian bersih asing meningkat mencapai Rp 681 miliar.

Saham pertambangan, aneka industri dan perdagangan bergerak bullish seiring kenaikan harga komoditas energi dan tambang logam. Penguatan rupiah atas dolar AS sebesar 0,6% di Rp 13.162 turut menopang aksi beli selektif pemodal. Namun penguatan sejumlah saham sektoral tersebut dibayangi aksi ambil untung di sesi terakhir yang membuat posisi IHSG gagal tutup di teritori positif.

Saham perbankan menjadi saham sektoral penekan indeks di Wall Street tadi malam. Pasar saat ini juga tengah menanti rilis laba emiten kuartal pertama tahun ini. Memburuknya kembali kondisi pasar saham global dipicu kekhawatiran prospek pertumbuhan ekonomi global dan kawasan Asia akan kembali membuat pergerakan IHSG hari ini berfluktuasi. Sejumlah harga saham sektoral yang relatif tinggi terutama di sektor tambang dan konsumsi rawan aksi ambil untung pemodal. IHSG diperkirakan bergerak di 4.840 hingga 4.890 rawan koreksi.

Pergerakan IHSG kemarin terimbas sentimen kawasan yang kembali khawatir dengan perlambatan ekonomi global, setelah hari sebelumnya pasar dipicu sentimen positif menyusul rendahnya kekhawatiran kenaikan tingkat bunga FFR dalam waktu dekat.

Masih lemahnya prospek pertumbuhan ekonomi global di tengah kebijakan peloggaran moneter yang diambil sejumlah bank sentral di sejumlah negara utama dunia kembali meningkatkan kekhawatiran pasar tadi malam.

Indeks saham global kembali terkoreksi setelah hari sebelumnya menguat. Indeks saham Eurostoxx di kawasan Eropa turun 1,3% di 17.541,96. Di Wall Street indeks DJIA dan S&P masing-masing koreksi 1% di 17.541,96 dan 2.041,91. Sedangkan harga minyak mentah tadi malam di AS koreksi 1,3% di USD 37,26/barel.