in Fundamental by yeremia
Selasa, 5 April 2016:
Jam 08:30 WIB: data neraca perdagangan Australia bulan Pebruari 2016 (Berdampak tinggi pada AUD)
Data yang dirilis oleh Biro Statistik Australia ini mengukur perbedaan total nilai impor dan ekspor dalam periode waktu satu bulan. Jika nilai total ekspor lebih besar dari nilai total impor maka neraca perdagangan mengalami surplus, dan sebaliknya jika nilai total impor lebih besar dari ekspor maka perdagangan mengalami defisit.

Sejak bulan April 2014 perdagangan Australia terus mengalami defisit dan mencapai rekor tertingginya sebesar AUD 4.103 milyard pada bulan April 2015. Bulan Januari lalu kembali mengalami defisit sebesar AUD 2.94 milyard, lebih baik dari perkiraan yang akan defisit AUD 3.22 milyard dan juga lebih baik dari bulan Desember 2015 yang defisit AUD 3.52 milyard akibat naiknya ekspor dan turunnya impor. Untuk bulan Pebruari 2016 diperkirakan perdagangan Australia akan kembali mengalami defisit sebesar AUD 2.55 milyard. Angka defisit yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung menyebabkan AUD menguat.

Jam 11:30 WIB: hasil meeting Reserve Bank of Australia (RBA): pengumuman suku bunga bulan April 2016 (Berdampak tinggi pada AUD)
Suku bunga RBA diumumkan setiap bulan pada hari Selasa pertama kecuali bulan Januari. Keputusan untuk menentukan suku bunga dilakukan dengan konsensus antara para anggota dewan gubernur RBA. Pada bulan Pebruari 2015 untuk pertama kalinya RBA memotong suku bunga sejak 7 Agustus 2013 sebesar 0.25% ke +2.25%, kemudian pada bulan Mei 2015 dilakukan pemotongan lagi sebesar 0.25% ke +2.00%. Tingkat suku bunga acuan ini adalah rekor terendah RBA.

Bulan lalu RBA mempertahankan suku bunga pada rate 2.00% sesuai dengan perkiraan, dalam statementnya dikatakan
bahwa prospek pertumbuhan ekonomi masih sesuai dengan yang diharapkan. Untuk bulan April 2016 ini suku bunga RBA diperkirakan akan tetap dipertahankan 2.00% meski sebagian analis memperkirakan akan ada pemotongan lagi. Jika RBA kembali memotong suku bunga acuan maka AUD akan cenderung melemah.
Statement untuk meeting hari ini bisa diunduh disini.

Jam 13:00 WIB: data Factory Orders Jerman bulan Pebruari 2016 (Berdampak medium pada EUR)
Indikator ini dirilis tiap bulan dan mengukur persentasi perubahan volume pembelian produk-produk manufaktur dan industri Jerman dibandingkan bulan sebelumnya. Data ini merupakan indikator awal bagi output produksi Jerman yang akan mempengaruhi pertumbuhan.

Bulan Januari lalu Factory Orders Jerman turun 0.1% (atau -0.1%) dibandingkan bulan sebelumnya, lebih baik dari perkiraan yang akan turun 0.4% dan bulan Desember 2015 yang turun 0.2% akibat order dari negara-negara kawasan Euro yang naik 7.5%. Untuk bulan Pebruari 2016 diperkirakan Factory Orders akan kembali naik 0.5%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan EUR.

Jam 15:30 WIB: indeks Services PMI Inggris bulan Maret 2016 (Berdampak tinggi pada GBP)
Indeks Services PMI Inggris yang dirilis oleh Markit ini dibuat berdasarkan survey terhadap sejumlah purchasing manager di seluruh Inggris mengenai kondisi ekonomi dan bisnis saat ini hingga didapatkan gambaran prospek perekonomian kedepan. Indeks PMI untuk sektor jasa (service) ini didasarkan pada 5 indikator utama yaitu: produksi, ketersediaan produk, aktivitas pengiriman, jumlah pesanan dan jumlah tenaga kerja. Angka indeks diatas 50.0 menunjukkan aktivitas sektor jasa sedang tinggi, dan dibawah 50.0 menunjukkan terjadinya kontraksi.

Bulan Pebruari lalu indeks Services PMI Inggris berada pada angka 52.7, lebih rendah dari perkiraan 55.1 dan yang terendah sejak Maret 2913 akibat turunnya indeks business activity, new work dan job creation. Untuk bulan Maret 2016 diperkirakan indeks akan kembali naik ke angka 53.9. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan GBP menguat.

Jam 19:30 WIB: data neraca perdagangan AS bulan Pebruari 2016 (Berdampak medium-tinggi pada USD)
Neraca perdagangan merupakan komponen terbesar dalam neraca pembayaran pemerintah AS yang akan berdampak langsung pada nilai tukar USD. Pelemahan USD akibat neraca perdagangan yang defisit biasanya dibandingkan juga dengan modal yang masuk (capital inflow) melalui US Net Foreign Security Purchases atau Treasury International Capital (TIC) Purchases yang juga dirilis tiap bulan.

Bulan Januari lalu perdagangan AS mengalami defisit USD 45.677 milyard, lebih rendah dari perkiraan yang akan defisit USD 43.800 milyard dan merupakan defisit tertinggi sejak bulan Juni 2015. Membengkaknya angka defisit ini disebabkan oleh ekspor yang turun 2.1% sementara impor turun 1.3%. Untuk bulan Pebruari 2016 diperkirakan defisit perdagangan AS akan membengkak ke angka USD 46.300 milyard. Defisit yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

Jam 19:30 WIB: data neraca perdagangan Canada bulan Pebruari 2016 (Berdampak tinggi pada CAD)
Data ini disebut juga dengan International Merchandise Trade, dan hanya merilis produk barang yang diimpor dan diekspor, tidak termasuk jasa. Canada adalah pengekspor utama minyak mentah disamping emas dan suku cadang kendaraan bermotor. Partner dagang utama Canada adalah AS yang mengambil porsi hampir 70% dari total ekspor dan 50% dari total impor Canada, sehingga perkembangan kondisi ekonomi AS akan sangat mempengaruhi aktivitas perdagangan Canada.

Bulan Januari lalu perdagangan Canada mengalami defisit sebesar CAD 700 juta, lebih baik dari perkiraan yang akan defisit CAD 1.0 milyard tetapi lebih rendah dari bulan Desember 2015 yang defisit CAD 600 juta akibat ekspor yang naik 1.0% sementara impor juga naik 1.1%. Untuk bulan Pebruari 2016 diperkirakan perdagangan Canada akan kembali surplus CAD 900 juta. Angka surplus yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan CAD menguat.

Jam 21:00 WIB: indeks ISM Non Manufacturing PMI AS bulan Maret 2016 (Berdampak tinggi pada USD)
Indikator ini dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM) yang khusus dibuat untuk AS. Di AS indikator ini lebih berdampak dari indeks PMI yang dirilis Markit. Dibuat berdasarkan survey terhadap 400 purchasing manager di AS mengenai kondisi bisnis diluar sektor manufaktur, untuk memperoleh gambaran prospek perekonomian AS kedepan. Angka rilis diatas 50.0 menunjukkan ekspansi di sektor jasa dan dibawah angka 50.0 menunjukkan terjadinya kontraksi.

Bulan Pebruari lalu indeks Non Manufacturing PMI berada pada angka 53.4, lebih tinggi dari perkiraan 53.2 tetapi yang terendah sejak bulan Pebruari 2014 akibat turunnya indeks new orders, indeks harga, dan indeks tenaga kerja. Untuk bulan Maret 2016 diperkirakan indeks akan kembali naik ke angka 54.1. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

Jam 21:00 WIB: data Job Openings and Labor Turnover Summary (JOLTS) AS bulan Pebruari 2016 (Berdampak medium pada USD)
Data yang dirilis setiap bulan oleh biro statistik tenaga kerja AS ini mengukur jumlah lapangan pekerjaan baru yang tersedia di seluruh AS diluar sektor pertanian selama kurun waktu sebulan. Informasi jenis pekerjaan baru tersebut bisa diperoleh dari Job Fair yang diadakan secara rutin di seluruh negara bagian. Meski dirilis sebulan lebih lambat dari perubahan jumlah tenaga kerjanya (Non-Farm Payrolls), tetapi The Fed menganggap sebagai salah satu leading indicator bagi kondisi tenaga kerja secara keseluruhan.

Bulan Januari lalu jumlah lapangan pekerjaan baru di AS mencapai 5.54 juta job, lebih rendah dari perkiraan yang 5.57 juta job tetapi yang tertinggi sejak bulan Juli 2015. Untuk bulan Pebruari 2016 diperkirakan jumlah lapangan pekerjaan baru akan berada pada angka 5.57 juta job. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.