Kamis, 28 April 2016:

Jam 06:30 WIB: data National Consumer Price Index (CPI) Jepang bulan Maret 2016 dan Tokyo Core CPI bulan April 2016 (Berdampak tinggi pada JPY)
Di Jepang ada dua rilis, Tokyo CPI dan National CPI, masing-masing dirilis untuk CPI inti (Core) yang tidak termasuk bahan makanan dan energi dan CPI total. Tokyo Core CPI yang dirilis oleh Biro Statistik lebih cepat sebulan dianggap mewakili tingkat inflasi di seluruh Jepang, sedang National CPI didasarkan atas hasil survey dari beberapa media terkemuka Jepang.

Rilis data berupa persentase perubahan data dibandingkan dengan bulan sebelumnya (month over month atau m/m) dan data bulan yang sama dibandingkan dengan tahun sebelumnya (year over year atau y/y). Yang berdampak tinggi adalah data inflasi tahunan atau National CPI total y/y.

National CPI total y/y bulan Pebruari lalu naik 0.3%, lebih tinggi dari perkiraan yang stagnan atau 0.0% dan merupakan persentase kenaikan tertinggi dalam 3 bulan terakhir. Kenaikan inflasi tahunan bulan Pebruari tersebut terutama disebabkan oleh harga makanan yang naik 2.7%, pakaian dan alas kaki (+2.5%), biaya pendidikan (+1.8%), furnitur dan perlengkapan rumah (+0.6%) dan pelayanan kesehatan (+0.6%)

Untuk basis bulanan (m/m) inflasi total di Jepang bulan Pebruari naik 0.1%, sesuai dengan perkiraan dan merupakan persentase kenaikan tertinggi sejak September 2015 Sementara CPI inti y/y bulan Pebruari stagnan atau 0.0%, sama dengan bulan Januari dan lebih rendah dari perkiraan yang akan naik 0.1%.

Tokyo Core CPI bulan Maret y/y turun 0.3% (atau -0.3%), lebih rendah dari perkiraan yang yang akan turun 0.2% dan merupakan persentase penurunan tertinggi dalam 6 bulan terakhir. Untuk bulan Maret 2016 National CPI total y/y diperkirakan akan kembali naik 0.2% dan National Core CPI y/y akan turun 0.2% (atau -0.2%), sementara Tokyo Core CPI bulan April 2016 y/y diperkirakan kembali turun 0.3% (atau -0.3%). Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan JPY menguat.

Jam 06:50 WIB: data Retail Sales Jepang bulan Maret 2016 (Berdampak medium pada JPY)
Angka penjualan di tingkat retailer adalah indikator awal bagi kepercayaan konsumen, permintaan dan pengeluaran konsumen yang menunjukkan aktivitas ekonomi secara keseluruhan dan pada akhirnya akan mempengaruhi pertumbuhan. Rilis data menunjukkan persentase perubahan penjualan retail dibandingkan dengan bulan sebelumnya (month over month atau m/m) dan yang dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya (year over year atau y/y). Yang berdampak biasanya data y/y.

Bulan Pebruari lalu penjualan retail total y/y naik 0.4% (revisi dari data sebelumnya yang naik 0.5%), lebih rendah dari perkiraan yang akan naik 1.6% tetapi merupakan persentase kenaikan tertinggi sejak Oktober 2015, sementara untuk basis bulanan (m/m) penjualan retail turun 2.3% (atau -2.3%), lebih rendah dari bulan Januari yang juga turun 0.4%. Untuk bulan Maret 2016 diperkirakan penjualan retail y/y akan turun 1.4% (atau -1.4%). Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan JPY menguat.

Jam 10:00 WIB: hasil meeting Bank of Japan (BoJ): pengumuman suku bunga bulan April 2016 dan statement kebijakan moneter BoJ (Berdampak tinggi pada JPY)
Suku bunga diumumkan bersamaan dengan statement kebijakan moneter (Monetary Policy Statement) rata-rata 14 kali dalam setahun. Disamping suku bunga, statement juga berisi perkiraan kondisi ekonomi untuk waktu mendatang.

Januari lalu BoJ telah memotong suku bunganya dari 0.0% ke -0.1%, pertama kali sejak tahun 2009 dan merupakan suku bunga terendah dalam sejarah BoJ. Pemotongan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan dan mengejar target inflasi 2.0%. Untuk bulan April 2016 ini pasar tidak memberikan perkiraan, dan jika BoJ kembali memotong suku bunganya maka JPY akan cenderung melemah.
Statement kebijakan moneter untuk meeting hari ini bisa diunduh disini.

Waktu tentative: konperensi pers BoJ yang dihadiri gubernur Haruhiko Kuroda (Berdampak tinggi pada JPY)
Kuroda diperkirakan akan menjelaskan kebijakan moneter yang baru jika terjadi perubahan, termasuk jika ada penambahan stimulus.

Jam 12:00 WIB: BoJ Outlook Report (Berdampak medium pada JPY)
Outlook Report ini dirilis 2 kali dalam setahun, biasanya pada bulan April dan Oktober. Laporan ini berisi pandangan bank sentral terhadap kondisi perekonomian Jepang saat ini dan perkiraan tingkat inflasi, pengangguran dan pertumbuhan untuk 6 bulan kedepan.

Jam 14:55 WIB: data jumlah pencari kerja dan tingkat pengangguran di Jerman bulan April 2016 (Berdampak medium pada EUR)
Data ini mengukur perubahan jumlah pencari kerja di Jerman dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Dirilis dalam 2 versi, perubahan jumlah dan persentasi perubahan. Jumlah pengangguran sangat berhubungan dengan tingkat tenaga kerja dan akan berpengaruh pada aktivitas perekonomian secara keseluruhan.

Jumlah pencari kerja di Jerman pada bulan Maret lalu stagnan atau tidak berubah dibandingkan dengan bulan Pebruari yang berkurang 9,000 orang, sementara tingkat pengangguran bulan Maret berada pada angka 4.3%, juga sama dengan Pebruari. Untuk bulan April 2016 diperkirakan jumlah pencari kerja di Jerman akan bertambah 1,000 orang dan tingkat pengangguran akan tetap pada 4.3%. Jika angka penurunan pencari kerja lebih tinggi dari perkiraan dan persentase tingkat pengangguran lebih rendah dari perkiraan maka akan cenderung mendukung penguatan EUR.

Jam 19:00 WIB: data Preliminary Consumer Price Index (CPI) Jerman bulan April 2016 (Berdampak tinggi pada EUR)
Di Jerman yang berdampak adalah CPI total, sedang CPI inti kurang berdampak. Preliminary CPI adalah data awal tingkat inflasi sehingga lebih berdampak dari data CPI Final yang akan dirilis dua minggu kemudian, kecuali pada data Final terjadi perubahan. Pada saat yang sama akan dirilis Preliminary CPI total untuk month over month (m/m) yaitu persentasi perubahan yang dibandingkan bulan lalu, dan year over year (y/y) yang dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya atau inflasi tahunan. Baik data m/m maupun y/y sama-sama berdampak tinggi karena bank sentral Eropa (ECB) akan sangat memperhatikan tingkat inflasi negara lokomotif kawasan Euro ini.

CPI total y/y final Jerman bulan Maret 2016 yang dirilis 12 April lalu menunjukkan kenaikan 0.3%, sesuai dengan perkiraan dan lebih tinggi dari bulan Pebruari yang stagnan atau 0.0%, sementara untuk basis bulanan (m/m) CPI total bulan Maret naik 0.8%, lebih tinggi dari perkiraan yang akan naik 0.6% dan merupakan persentase kenaikan tertinggi dalam setahun terakhir. Naiknya inflasi tahunan tersebut disebabkan oleh meningkatnya harga makanan (+0.7%), harga pakaian dan sepatu (+0.8%), barang-barang dan jasa lainnya (+0.2%).

Untuk data awal (preliminary) bulan April 2016 diperkirakan inflasi tahunan (CPI total y/y) akan kembali naik 0.1% dan inflasi bulanan (m/m) akan turun 0.2% (atau -0.2%). Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan EUR menguat.

Jam 19:30 WIB: data Advance Gross Domestic Product (GDP) AS kwartal pertama tahun 2016 (Berdampak tinggi pada USD)
Data yang dirilis oleh Biro Analisis Ekonomi AS ini dianggap sebagai ukuran pertumbuhan ekonomi negara super power itu. Indikator ini dirilis per kwartal, masing-masing terdiri atas 3 rilis dengan selang waktu sebulan, yaitu Advance GDP yang merupakan rilis pertama, Preliminary GDP (rilis kedua) dan Final GDP. Rilis pertama Advance GDP biasanya lebih berdampak dari Preliminary dan Final. Angka GDP AS selalu dimonitor oleh bank sentral (The Fed) dan digunakan sebagai salah satu acuan dalam menentukan kebijakan moneter.

Data GDP Final kwartal ke 4 tahun 2015 yang dirilis pada 25 Maret 2016 lalu tumbuh 1.4%, lebih tinggi dari perkiraan +1.0% tetapi lebih rendah dari data final kwartal ke 3 yang +2.0%. Kenaikan GDP kwartal ke 4 tersebut disebabkan oleh pengeluaran konsumen yang naik 2.4%, fixed investment naik 0.4% dan belanja pemerintah yang naik 0.1%. Untuk data awal (Advance) GDP kwartal pertama tahun 2016 diperkirakan akan tumbuh 0.7%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan menyebabkan USD menguat.

Jam 19:30 WIB: data Jobless Claims AS per 22 April 2016 (Berdampak tinggi pada USD)
Jobless Claims mengukur jumlah klaim tunjangan pengangguran selama minggu lalu, dan merupakan data fundamental paling awal yang berhubungan dengan jumlah tenaga kerja. Data Jobless Claims juga indikator awal bagi pengeluaran konsumen yang akan mempengaruhi tingkat inflasi. Ada 2 data yaitu Initial Jobless Claims dan Continuing Jobless Claims. Initial Jobless Claims mengukur jumlah mereka yang baru pertama kali menerima tunjangan pengangguran dan lebih berdampak. Indikator Jobless Claims biasanya mengacu pada data initial.

Minggu lalu Jobless Claims AS kembali berkurang 6,000 ke 247,000 klaim dibandingkan minggu sebelumnya, lebih rendah dari perkiraan 265,000 dan merupakan jumlah klaim terendah sejak 24 Nopember 1973 dimana saat itu klaim mencapai 233,000. Sementara klaim rata-rata 4 mingguan berada pada angka 260,500, turun 4,500 klaim dibandingkan minggu sebelumnya. Jobless Claims AS berada dibawah angka 300,000 selama 59 minggu berturut-turut, menunjukkan pasar tenaga kerja yang stabil. Untuk minggu ini diperkirakan klaim tunjangan pengangguran akan naik 11,000 ke angka 258,000 klaim. Hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.