in Fundamental by yeremia
Senin, 28 Maret 2016:
Hari libur bank-bank di Australia, Selandia Baru, Swiss, Perancis, Jerman, Italia, Inggris (Easter Monday)

Jam 19:30 WIB: data neraca perdagangan AS (khusus barang) bulan Pebruari 2016 (Berdampak medium pada USD)
Indikator ini pertama kali dirilis pada 30 Juli 2015 lalu dan disebut juga dengan International Trade in Goods atau Advance Trade In Goods. Perdagangan barang mempunyai porsi 75% dari perdagangan total dan dirilis 5 hari sebelum neraca perdagangan total. Hasil yang positif atau surplus menunjukkan ekspor yang lebih tinggi dari impor, dan sebaliknya jika impor barang lebih tinggi akan terjadi defisit. Perdagangan yang surplus akan berdampak positif pada nilai tukar USD, dan sebaliknya jika perdagangan defisit akan berdampak negatif pada USD.

Bulan Januari lalu International Trade in Goods AS mengalami defisit sebesar USD 62.2 milyard, lebih rendah dari perkiraan yang akan defisit USD 61.1 milyard dan adalah defisit tertinggi sejak Agustus 2015. Untuk bulan Pebruari 2016 diperkirakan akan kembali defisit USD 62.3 milyard. Defisit yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.

Jam 19:30 WIB: data Personal Spending dan Personal Income di AS bulan Pebruari 2016 (Berdampak medium pada USD)
Indikator ini mengukur persentase perubahan pengeluaran konsumen di AS selama periode sebulan. Disebut juga dengan Consumer Spending atau Personal Consumption Expenditures. Indikator ini penting sebagai pelengkap prediksi data inflasi, meski dampaknya tidak begitu tinggi karena data Retail Sales yang juga mencerminkan pengeluaran konsumen telah dirilis sebelumnya. Selain untuk memprediksi tingkat inflasi, pengeluaran konsumen juga mencerminkan daya beli yang merupakan indikator ekonomi penting.

Bulan Januari lalu pengeluaran konsumen naik 0.5% dibandingkan Desember 2015, lebih tinggi dari perkiraan yang akan naik 0.3% dan merupakan persentase kenaikan tertinggi sejak bulan Mei 2015, sementara Personal Income bulan Januari juga naik 0.5%, lebih tinggi dari perkiraan yang akan naik 0.4% dan merupakan persentase kenaikan tertinggi sejak bulan Juni 2015. Naiknya pengeluaran konsumen tersebut tampak dari pembelian produk-produk tahan lama (durable goods) yang naik 1.2%. Untuk bulan Januari 2016 diperkirakan Personal Spending akan kembali naik 0.2% dan Personal Income akan naik 0.1%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.

Jam 21:00 WIB: data Pending Home Sales AS bulan Pebruari 2016 (Berdampak medium pada USD)
Data ini mengukur persentasi perubahan penjualan rumah yang sudah deal (dalam bentuk kontrak jual-beli) tetapi transaksinya belum final atau masih tertunda. Meski dirilis seminggu setelah Existing Home Sales, namun kontrak jual-beli telah ditanda-tangani beberapa minggu sebelumnya sehingga data ini bisa dianggap sebagai leading indicator bagi pasar perumahan AS. Rilis data berupa persentasi perubahan dibandingkan bulan sebelumnya (month over month atau m/m) dan persentasi perubahan bulan yang sama dibandingkan dengan bulan pada tahun sebelumnya (year over year atau y/y).

Bulan Januari lalu Pending Home Sales AS m/m turun 2.5% (atau -2.5%) dibandingkan Desember 2015, lebih rendah dari perkiraan yang akan naik 0.6% dan merupakan persentase penurunan tertinggi sejak Agustus 2015, sementara untuk y/y naik 1.4%, persentase kenaikan terendah sejak setahun terakhir. Untuk bulan Pebruari 2016 diperkirakan Pending Home Sales m/m akan kembali naik 1.2% dan y/y akan naik 1.0%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.

Selasa, 29 Maret 2016:
Jam 06:50 WIB: data Retail Sales Jepang bulan Pebruari 2016 (Berdampak medium pada JPY)
Angka penjualan di tingkat retailer adalah indikator awal bagi kepercayaan konsumen, permintaan dan pengeluaran konsumen yang menunjukkan aktivitas ekonomi secara keseluruhan dan pada akhirnya akan mempengaruhi pertumbuhan. Rilis data menunjukkan persentase perubahan penjualan retail dibandingkan dengan bulan sebelumnya (month over month atau m/m) dan yang dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya (year over year atau y/y). Yang berdampak biasanya data y/y.

Bulan Januari lalu penjualan retail total y/y turun 0.1% (atau -0.1%), lebih rendah dari perkiraan yang akan naik 0.2% tetapi merupakan persentase penurunan terendah dalam 3 bulan terakhir, sementara untuk basis bulanan (m/m) penjualan retail turun 1.1%, lebih rendah dari bulan Desember 2015 yang juga turun 0.3%. Untuk bulan Pebruari 2016 diperkirakan penjualan retail y/y akan kembali naik 1.6%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan JPY menguat.