Jam 14:00 WIB: indeks kepercayaan konsumen Jerman versi Gfk bulan Maret 2016 (Berdampak medium pada EUR)
Indeks kepercayaan konsumen di Jerman ini dirilis oleh Gfk dan dibuat berdasarkan survey terhadap 2000 responden mengenai keadaan ekonomi saat ini dan perkiraan untuk beberapa waktu kedepan. Pertanyaan yang diajukan termasuk juga keadaan finansial dan produk kebutuhan pokok yang dikonsumsi. Indeks ini adalah indikator awal bagi pengeluaran konsumen yang menunjukkan aktivitas perekonomian pada umumnya. Meski demikian indikator ini dampaknya tidak sebesar indeks IFO Business Climate karena cakupan responden IFO lebih besar dan lebih berpengaruh pada pasar.

Bulan Pebruari lalu indeks kepercayaan konsumen berada pada angka 9.5, lebih tinggi dari perkiraan yang 9.2 dan yang tertinggi sejak September 2015 akibat indeks income expectations yang naik dengan signifikan. Untuk bulan Maret 2016 diperkirakan indeks akan kembali berada pada angka 9.5. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan EUR.

Jam 16:00 WIB: rilis bulletin ekonomi European Central Bank (ECB) (Berdampak medium pada EUR)
Bulletin ekonomi ini dirilis oleh ECB 8 kali per tahun, sekitar 2 minggu setelah pengumuman suku bunga. Berisi mengenai data statistik ekonomi dan analisa saat menentukan suku bunga serta pandangan bank sentral terhadap kondisi perekonomian kawasan saat ini dan untuk waktu yang akan datang.

Jam 16:30 WIB: data Retail Sales Inggris bulan Pebruari 2016 (Berdampak tinggi pada GBP)
Retail Sales adalah salah satu indikator penting yang bisa menggerakkan mata uang GBP. Di Inggris indikator ini disebut juga dengan Sales Volume atau All Retailers Sales. Ada 2 jenis rilis, Retail Sales total dan Retail Sales inti yang tidak termasuk otomotif dan bahan bakar, masing-masing untuk month over month (m/m) yang dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan year over year (y/y) yang dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya. Penjualan retail merupakan indikator awal untuk pengeluaran konsumen dan akan berdampak pada pertumbuhan dan juga tingkat inflasi. Di Inggris yang berdampak tinggi adalah Retail Sales total baik m/m maupun y/y.

Penjualan retail total Inggris bulan Januari lalu naik 2.3%, lebih tinggi dari perkiraan yang akan naik 0.8% dan merupakan persentase kenaikan tertinggi sejak bulan Desember 2013, sementara untuk basis tahunan (y/y) bulan Januari lalu penjualan retail total naik 5.2%, tertinggi sejak September 2015. Naiknya penjualan retail bulan Januari tersebut akibat meningkatnya penjualan toko makanan (+1.1%), toko tekstil dan pakaian (+3.3%), stasiun bahan bakar (+2.5%) dan toko lainnya (+8.1%). Untuk bulan Pebruari 2016 diperkirakan Retail Sales total m/m akan turun 0.7% (atau -0.7%) sementara y/y akan kembali naik 3.5%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan GBP menguat.

Jam 17:15 WIB: hasil lelang TLTRO European Central Bank (ECB) bulan Maret 2016 (Berdampak medium pada EUR)
Hasil lelang ini mengukur jumlah pinjaman ECB ke bank-bank di kawasan Euro tahap ke 6 dengan bunga sesuai dengan ketentuan dan masa jatuh tempo hingga September 2018. Program ini diharapkan akan meningkatkan likuiditas perbankan di kawasan Euro guna memacu pertumbuhan ekonomi. Hasil lelang pada 11 Desember 2015 lalu sebesar €18.3 milyard, jauh lebih tinggi dari perkiraan yang €7.5 milyard dan lebih tinggi dari lelang 24 September 2015 yang €15.5 milyard. Untuk hasil lelang hari ini pasar tidak memberikan perkiraan, dan jika lebih tinggi dari sebelumnya (€18.3 milyard) maka akan berdampak positif pada EUR.
Hasil lelang TLTRO bulan Desember 2015 ini bisa dilihat disini

Jam 18:00 WIB: indeks Confederation of British Industry (CBI) Realized Sales Inggris bulan Maret 2016 (Berdampak medium pada GBP)
Indeks ini dibuat oleh Confederation of British Industry (CBI) berdasarkan survey terhadap pedagang retail dan distributor mengenai jumlah relatif volume penjualan retail yang telah terealisasi. Angka positif menunjukkan volume penjualan yang tinggi, dan sebaliknya. Indeks ini adalah indikator awal bagi pengeluaran konsumen yang akan mempengaruhi tingkat inflasi di Inggris. Untuk bulan Maret 2016 diperkirakan indeks akan berada pada angka 12, lebih tinggi dari Pebruari yang 10 (terendah dalam 3 bulan terakhir). Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan GBP.

Jam 19:15 WIB: pidato anggota FOMC James Bullard (Berdampak medium pada USD)
Presiden Federal Reserve Bank of St. Louis yang juga anggota FOMC James Bullard dijadwalkan berbicara di Association for Business Economics, di New York.

Jam 19:30 WIB: data Durable Goods Orders AS bulan Pebruari 2016 (Berdampak tinggi pada USD)
Meningkatnya order durable goods atau produk-produk tahan lama mencerminkan optimisme konsumen dalam investasi. Termasuk jenis ini adalah komputer, televisi, mobil hingga pesawat terbang. Penjualan barang-barang tersebut akan sangat berpengaruh pada produksi dan output, dan sangat sensitif terhadap perubahan kondisi ekonomi. Ada 2 rilis yaitu order Durable Goods inti (Core Durable Goods) yang tidak memasukkan produk sarana transportasi dan order Durable Goods total. Data DGO yang meningkat menunjukkan kepercayaan pasar pada trend pertumbuhan sektor manufaktur di AS. Indikator ini dinyatakan dalam persentase perubahan jumlah order dibandingkan bulan sebelumnya.

Bulan Januari lalu DGO total naik 4.9%, lebih tinggi dari perkiraan yang akan naik 3.0% dan merupakan persentase kenaikan tertinggi sejak bulan Maret 2015, sementara DGO inti naik 1.8%, lebih tinggi dari perkiraan yang akan naik 0.2% dan merupakan persentase kenaikan tertinggi sejak Agustus 2015. Naiknya DGO total bulan Januari disebabkan oleh naiknya order peralatan transportasi sebesar 11.5%. Untuk bulan Pebruari 2016 diperkirakan DGO total akan turun 3.0% (atau -3.0%) sementara DGO inti akan turun 0.2% (atau -0.2%). Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.

Jam 19:30 WIB: data Jobless Claims AS per 18 Maret 2016 (Berdampak tinggi pada USD)
Jobless Claims mengukur jumlah klaim tunjangan pengangguran selama minggu lalu, dan merupakan data fundamental paling awal yang berhubungan dengan jumlah tenaga kerja. Data Jobless Claims juga indikator awal bagi pengeluaran konsumen yang akan mempengaruhi tingkat inflasi. Ada 2 data yaitu Initial Jobless Claims dan Continuing Jobless Claims. Initial Jobless Claims mengukur jumlah mereka yang baru pertama kali menerima tunjangan pengangguran dan lebih berdampak. Indikator Jobless Claims biasanya mengacu pada data initial.

Minggu lalu Jobless Claims AS kembali naik 7,000 ke 265,000 klaim dibandingkan minggu sebelumnya, lebih rendah dari perkiraan 267,000, sementara klaim rata-rata 4 mingguan berada pada angka 268,000 klaim, naik 750 klaim dibandingkan minggu sebelumnya. Jobless Claims AS berada dibawah angka 300,000 sejak setahun terakhir secara berturut-turut, menunjukkan pasar tenaga kerja yang stabil. Untuk minggu ini diperkirakan klaim tunjangan pengangguran akan bertambah 2,000 ke angka 267,000 klaim. Hasil rilis yang lebih rendah dari perkiraan akan cenderung menyebabkan USD menguat.