Langsung ke konten utama

Perhitungan Risk Reward Yang Realistis Dalam Forex

Yang sangat mengkhawatirkan saat ini adalah banyaknya para petualang  bisnis forex yang tidak malu-malu menampilkan screenshot profit yang nyaris tidak ada merahnya. Tentu saja ini adalah sebuah kebohongan dan kebohongan yang di ulang-ulang seperti ini sangat merusak mindset trader pemula.
Pada khususnya sehingga membuatnya percaya ada metode trading yang sempurna atau holygrail yang akhirnya membuat trader ini jadi kutu loncat, gonta ganti metode trading dan akhirnya bangkrut.

Perhitungan Risk Reward dalam Forex


Trading itu bukan soal jago analisa atau menebak-nebak arah tapi adalah MINDSET yang benar yaitu DISIPLIN dan KONSISTEN menggunakan METODE TRADING yang sudah dibuktikan sendiri profitable, hanya dengan cara itulah kamu bisa profit konsisten, tidak ada cara lain dan ini adalah satu-satunya cara.
Dalam hal ini yang penting kita ketahui bersama adalah bahwa bahkan  trader pro dunia sekalipun rata-rata hanya memiliki tingkat kemenangan hanya 50% dan ini artinya dari 100 trade akan terdapat 50 trade yang loss,  tapi karna risk reward rasionya tinggi diatas 1 : 3 oleh karenanya akunnya bertumbuh.

Sebagai contoh dibawah ini saya tampilkan hasil trading dari seorang trader pro Indonesia yang kemampuan tradingnya sudah tidak diragukan lagi termasuk level trader pro dunia yang rata-rata profitnya diatas 20%-30% per bulan, Namun begitu sebagai mana anda lihat tingkat kemenangannya hanya 40% dan ini artinya dari 10 trade terdapat 6 trade yang loss.

Perhitungannya seperti ini :
Winrate 40%  RR 1:4
Risk/Trade  3%

7 Trade/minggu.
5 Loss :  5 x 1RR = 5
2 Win   :  2 x 4RR = 8

Total Profit : 
:  8 RR - 5 RR = 3RR
:  3 RR  x 3% = 9% 
Profit 9% / minggu. ( konsisten)

Trading bukan seberapa besar profit yang bisa kamu dapat dalam hitungan hari atau bulan, tapi seberapa bisa kamu konsisten profit dalam waktu yang lama dengan menggunakan metode yang sama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Samakan Trading di Binomo dan Trading Forex !

Saat ini sedang viral istilah affiliator Binomo yang menyeret beberapa nama influencer trading terkenal. Para influencer trading tersebut dianggap mendapatkan cuan dari kerugian membernya dalam jumlah prosentase yang sangat besar dan tidak masuk akal. Namun belakangan berimbas pada dunia trading forex karena banyak yang menyamakan trading di dunia forex dan dunia Binomo. Salah seorang trader forex terkenal di Indonesia, Pupung Widiyapurnama, sempat memberikan respon terkait kasus ini di akun sosmed nya. Berikut tulisan beliau terkait ramainya pemberitaan affiliator binomo yang dikaitkan dengan dunia trading forex: Ada sahabat trader yang bertanya kepada saya tentang fenomena Affiliator yang sedang viral , saya tidak tau persis tentang system yang diterapkan pada aplikasi yang sedang viral tersebut, tetapi saya tau persis semua tentang seluk beluk dunia Forex Trading Perbedaan Trading di Aplikasi yang sedang viral dengan forex trading 1. Perbedaan Trading di Aplikasi yang sedang viral

Apakah Robot Forex Benar-benar Bisa Menghasilkan Profit?

Jika Anda menginginkan jawaban yang benar-benar teknis atas pertanyaan di judul, ya, robot trading forex memang berfungsi. Masalahnya adalah, robot forex adalah alat. Dan seperti semua alat, hasilnya tergantung pada kegunaannya, dan seberapa baik alat itu digunakan. Jadi, ada trader forex yang dengan nyaman mengandalkan robot forex untuk bisa profit, sementara yang lain memiliki masalah. Mari kita bahas alasannya. Apa yang dimaksud Robot Forex? Robot forex, atau dikenal juga dengan Expert Advisor (EA) adalah sejenis software/ perangkat lunak yang mengikuti data harga dari pasar forex. Kemudian menerapkan analisisnya untuk memutuskan kapan sebaiknya masuk atau tutup aktifitas trading. Robot forex memiliki beberapa keuntungan. Misalnya, dapat mengolah banyak data yang seharusnya membutuhkan waktu beberapa jam untuk ditinjau oleh manusia dalam sepersekian detik. Robot forex tidak emosional dan akan sampai pada kesimpulan yang sama. Dan robot forex dapat melakukan pekerjaan analisanya 24