in Fundamental by yeremia
Selasa, 12 April 2016:
Jam 08:30 WIB: indeks kepercayaan bisnis Australia versi National Australia Bank (NAB) bulan Maret 2016 (Berdampak medium-tinggi pada AUD)
Indeks kepercayaan bisnis ini dirilis oleh National Australia Bank (NAB) berdasarkan survey terhadap 350 pebisnis diluar sektor pertanian mengenai kondisi perekonomian Australia saat ini. Indeks ini adalah indikator awal untuk pengeluaran konsumen, perekrutan tenaga kerja dan investasi. Angka indeks lebih besar 0 (nol) menunjukkan ekspansi bisnis, dan dibawah 0 menunjukkan kontraks

Bulan Pebruari lalu indeks kepercayaan bisnis NAB berada pada angka +3, sesuai dengan perkiraan dan sama dengan bulan sebelumnya. Untuk bulan Maret 2016 analis tidak memberikan perkiraan, tetapi jika hasil rilis lebih tinggi dari bulan sebelumnya (+3) maka akan cenderung menyebabkan AUD menguat.

Jam 13:00 WIB: data Consumer Price Index (CPI) Jerman bulan Maret 2016 (Final) (Berdampak medium pada EUR)
Inflasi di Jerman mengambil porsi penting dalam menentukan tingkat inflasi kawasan. Pada saat yang sama akan dirilis CPI total untuk month over month (m/m) yaitu persentasi perubahan terhadap data bulan lalu, dan year over year (y/y) yang dibandingkan dengan perubahan terhadap bulan yang sama pada tahun sebelumnya. Yang berdampak tinggi biasanya adalah y/y (inflasi tahunan). Rilis data Preliminary lebih berdampak dari data Final, kecuali terjadi revisi yang signifikan.

Dari hasil rilis tanggal 30 Maret lalu, Preliminary CPI total Jerman bulan Maret y/y naik 0.3%, lebih tinggi dari perkiraan yang akan naik 0.1% dan lebih tinggi dari bulan Pebruari yang stagnan atau 0.0%, sementara untuk basis bulanan (m/m) data preliminary CPI total bulan Pebruari 2016 naik 0.8%, lebih tinggi dari perkiraan yang akan naik 0.6% dan merupakan inflasi bulanan tertinggi dalam setahun terakhir. Untuk CPI total final yang akan dirilis hari ini pasar memperkirakan tidak ada perubahan, tetap +0.3% untuk y/y dan +0.8% untuk m/m. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan EUR.

Jam 15:30 WIB: data Consumer Price Index (CPI) Inggris bulan Maret 2016 (Berdampak tinggi pada GBP)
Di Inggris CPI adalah pengukur utama tingkat inflasi yang selalu diperhatikan bank sentral sebagai pertimbangan utama dalam menentukan suku bunga. Ada 2 rilis yaitu CPI inti (Core CPI) dan CPI total. CPI inti tidak memperhitungkan kategori makanan, minuman dan energi (bahan bakar minyak dan gas). Data yang dirilis masing-masing untuk month over month (m/m) yang dibandingkan dengan bulan sebelumnya, dan year over year (y/y) yang dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya.

Untuk Inggris yang paling berdampak adalah CPI total y/y (inflasi tahunan) yang digunakan sebagai acuan oleh Bank of England (BoE). Disamping CPI juga dirilis data Producer Price Index (PPI) dan Retail Price Index (RPI) yang hanya mengukur barang-barang konsumsi utama dan biaya sewa tempat tinggal (y/y), namun dampak CPI jauh lebih tinggi.

Bulan Pebruari lalu inflasi tahunan Inggris kembali naik 0.3%, lebih rendah dari perkiraan yang akan naik 0.4% dan sama dengan kenaikan bulan Januari yang merupakan persentase kenaikan tertinggi sejak Januari 2015, sementara untuk basis bulanan (m/m) naik 0.2%, tertinggi sejak Agustus 2015. Naiknya inflasi tahunan bulan Pebruari tersebut disebabkan oleh meningkatnya harga rumah (+0.3%), harga makanan di restaurant dan tarif hotel (+1.9%), pakaian dan alas kaki (+0.3%) dan barang dan jasa lainnya (+1.2%).

Sementara itu CPI inti bulan Pebruari y/y naik 1.2%, sesuai dengan perkiraan dan sama dengan kenaikan bulan Januari. Untuk bulan Maret 2016 diperkirakan CPI total y/y akan kembali naik 0.3%, CPI inti y/y akan naik 1.3% dan CPI total m/m akan naik 0.3%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung menyebabkan GBP menguat.

Jam 15:30 WIB: data Producer Price Index (PPI) Inggris bulan Maret 2016 (Berdampak medium pada GBP)
Indikator ini mengukur perubahan harga di tingkat produsen dan akan mempengaruhi tingkat inflasi di Inggris. Producer Price Index Inggris yang dirilis terdiri atas PPI input dan output. PPI input termasuk biaya operasional produksi dan lebih berdampak. Bulan Pebruari lalu PPI input m/m Inggris naik 0.1%, lebih rendah dari perkiraan yang akan naik 0.4% tetapi merupakan kenaikan pertama sejak bulan Oktober 2015. Untuk bulan Maret 2016 diperkirakan PPI input m/m akan kembali naik 2.1%. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan GBP.

Jam 17:00 WIB: indeks NFIB Small Business di AS bulan Maret 2016 (Berdampak medium pada USD)

Indeks yang dirilis oleh National Federation of Independent Business (NFIB) ini mengukur pandangan para pelaku bisnis skala kecil terhadap keadaan perekonomian AS saat ini. Bisnis skala kecil adalah perusahaan swasta yang mempekerjakan 1 hingga 250 tenaga kerja termasuk pemiliknya. Item survey meliputi hasil penjualan, ketersediaan barang, pendapatan perusahaan, tingkat upah, tingkat inflasi dan kredit. Tidak ada angka patokan untuk mengukur optimisme atau pesimisme. Jika hasil rilis lebih tinggi dari sebelumnya maka pelaku bisnis lebih optimis.

Bulan Pebruari lalu indeks NFIB berada pada angka 92.9, lebih rendah dari perkiraan 94.5 dan yang terendah dalam setahun terakhir. Untuk bulan Maret 2016 diperkirakan indeks akan berada pada angka 93.5. Hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.

Jam 19:30 WIB: data Import Prices AS bulan Maret 2016 (Berdampak medium pada USD)
Import Prices atau disebut juga Import Price Index mengukur perubahan nilai total barang dan jasa yang diimpor AS selama periode sebulan. Makin tinggi kenaikan harga impor maka akan semakin besar biaya produksi yang menyebabkan tekanan inflasi. Pasar memperkirakan untuk bulan Maret 2016 Import Prices AS akan kembali naik 1.1% dibandingkan Pebruari yang turun 0.3% (atau -0.3%). Data ini adalah indikator awal tingkat inflasi sehingga hasil rilis yang lebih tinggi dari perkiraan akan cenderung mendukung penguatan USD.