[sdf_hero id=”sdf-row-1″ last=”yes”][sdf_col id=”sdf-col-1″ width=”1/1″][sdf_text_block id=”sdf-element-0″ module_width=”1/1″ top_margin=”” bottom_margin=”” text_alignment=”left” font_family=”” font_size=”” text_color=”” entrance_animation=”No” entrance_animation_duration=”” link=”” link_title=”” target=”” nofollow=”no” class=””]Berapa pipskah yang anda dapat hari ini? Ok, ok, bukan bermaksud menyepelekan sih. Tapi, kalopun anda jawab: 1.000 pips, saya paling-paling akan komentar: Ok, bagus. Tapi, apa konsisten setiap hari seperti itu? Saya jadi teringat ketika pertama kali saya bisa dapet 200 pips dalam satu posisi. Saya dengan bangga pamer ke mentor saya, berharap dapet pujian.

Eh, ternyata beliau cuma berkomentar: “Yang penting konsistensi”. Ampun deh… susah banget sih ternyata, bikin mentor saya terkesan. Terus terang, konsistensi adalah hal yang lumayan susah dicapai di dunia forex trading. Banyak temen trader yang di satu hari pamer dapet 1.000 pips, tapi beberapa hari kemudian trus kena MC. Bahkan ada yang berhasil menang kompetisi, tapi abis itu, belum juga sempet di WD, dah amblas deh, modal (plus hadiah)nya.

Jadi, sebenernya, bisa gak sih kita dapet pendapatan yang stabil dan konsisten dari trading? Kalo kata temen-temen trader senior sih, itu tergantung dari konsistensi kita dalam mematuhi trading system, termasuk juga trading plan yang telah kita tetapkan sendiri. Disiplin menjadi kunci utama di sini. Gak ada gunanya kita repot-repot menyusun trading plan kalo kemudian kita langgar sendiri. Gak ada gunanya kita menetapkan patokan penggunaan margin kalo kita kemudian selalu kepancing untuk melanggarnya.

Trading sangat dipengaruhi oleh faktor psikologis. Salah seorang mentor saya pernah menguji saya dengan menyuruh saya trading dengan hanya dana virtual dan dengan target hanya 30 pips sehari selama setahun! Dia bilang… kalo satu saat saya tidak “gatel” lagi untuk open position walaupun chart menari-nari di depan mata, maka saya sudah lulus ujian. Wah, ampyun deh. Apa sih sebenernya gunanya latihan itu?

Intinya adalah: belajar menahan diri dan disiplin. Kalo target sudah tercapai, walau market menarikpun, mendingan tutup aja trading platform dan matikan PC. Sering kali kita memang terpancing utuk melakukan open position “diluar rencana”. Alasan sih bisa macem-macem. Bisa jadi karena kita merasa hari ini adalah “hari keberuntungan” karena posisi sebelumnya ijo semua, jadi apa salahnya klo open lagi?

Atau sebaliknya, trading dengan motivasi “balas dendam” gara-gara abis loss. Nah, ini dia yang lebih gawat. Bisa-bisa bukannya dendam terbalaskan, tapi malahan modal ilang semua tuh. Konsistensi dalam trading juga bisa dicapai dengan konsisten berpegang pada trading system yang sudah dirasa sesuai. Jangan selalu terpancing untuk mencoba-coba system yang baru. Okelah… kalo anda baru belajar trading kurang dari setahun, coba-coba aneka macam trading system masih bisa dimaklumi. Tapi, kalo kita sudah menemukan trading system yang sesuai… iya sudahlah… saran saya, gak usah terlalu banyak coba-coba lagi deh.

Eh, kecuali anda memang trading hanya untuk hobi (baca: iseng main-main), iya itu sih terserah anda. Kalo saya amati, temen-temen trader yang sudah bisa trading for living, mereka malahan tidak terlalu ngoyo untuk mengejar banyak pips per harinya. Mereka cenderung bermain aman. Kalo target mingguan terpenuhi, itu sudah cukup… Keknya sikap dan sifat seperti ini perlu dicontoh deh. Yang jelas, jangan pernah serakah. Tetapkan target, kalo sudah tercapai ya syukuri apa yang kita dapet. Jadi, ada yang pamer dapet 1 kilo pips hari ini? Sorry, that doesn’t impress me much.[/sdf_text_block][/sdf_col][/sdf_hero]